Presiden Kolombia janji atasi Farc

  • 22 Juli 2013
Farc
Pemberontak Farc dan pemerintah Kolombia telah terlibat pembicaraan damai

Presiden Kolombia memerintahkan tentara "untuk tidak berhenti menembak" sampai konflik dengan pemberontak Farc selesai, menyusul serangan yang menewaskan 15 orang.

Juan Manuel Santos juga memerintahkan pasukan keamanan diterjunkan ke wilayah Arauca, lokasi serangan yang diduga dilakukan oleh pemberontak bersenjata Farc, pada Sabtu (19/07).

Bogota dan Farc telah mengadakan pembicaraan di Kuba untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama lebih dari lima dekade.

Pemerintah menolak permintaan pemberontak untuk melakukan gencatan senjata selama berlangsungnya pembicaraan.

Keterangan pemerintah mengatakan gencatan senjata hanya akan memberikan kesempatan kepada pemberontak sayap kiri untuk kembali berkelompok dan mempersenjatai diri.

"Saya mengintruksikan pasukan kami untuk tidak berhenti menembak sampai konflik selesai," kata Santos, yang sekarang berada di wilayah Arauca untuk melakukan pertemuan keamanan di kota Tame.

"Serangan ini tidak pada jalurnya. Mereka akan dihadapi dengan kekuatan penuh.

"Seluruh masyarakat Kolombia harus bekerja untuk perdamaian sehingga insiden yang terjadi dalam 24 jam terakhir itu tidak pernah terjadi lagi," kata dia, sambil menambahkan pembicaraan damai di Kuba tetap dilanjutkan.

Pembicaraan damai

Kolombia
Wilayah Arauca tempat serangan yang menewaskan sejumlah tentara dan pemberontak.

Peristiwa serangan terjadi di bagian wilayah Arauca yang dikenal sebagai El Mordisco, dimana 70 pemberontak Farc menyerang 60 tentara yang mengawal saluran pipa minyak.

Otoritas Kolombia mengatakan 15 tentara pemerintah tewas dalam serangan, meskipun laporan awal menyebutkan jumlah korban yang meninggal 17 orang.

Enam orang pemberontak dilaporan tewas dan 12 orang lainnya ditahan oleh tentara.

Dalam peristiwa berbeda di barat daya Kolombia, bentrokan bersenjata menewaskan empat orang tentara dan sejumlah pemberontak Farc.

Pembicaraan damai, yang dimulai pada November, merupakan upaya keempat negosiasi damai sejak dimulainya konflik pada awal tahun 1960an.

Upaya terakhir untuk mencapai perdamaian berakhir pada 2002 lalu, ketika pemberontak justru menjadi lebih kuat selama tiga tahun negosiasi yang disertai dengan gencatan senjata.

Sementara itu, Farc mengatakan telah menangkap mantan tentara AS dan akan membebaskannya sebagai bentuk komitmennya terhadap proses perdamaian.

Dalam sebuah pernyataan, pemberotak menyebut nama pria itu Kevin Scott Sutay dan disandera sejak 20 Juni lalu.

AS membantah pria tersebut tengah menjalani sebuah operasi militer, dan mengatakan dia berada di daerah wisata dan 'tidak memiliki kaitan dengan konflik internal Kolombia."

Farc diperkirakan memiliki 8.000 pejuang, turun dari jumlah sebelumnya 16.000 pada tahun 2001 lalu.

Pemerintah memperkirakan 600.000 orang tewas sejak konflik dimulai, dan tiga juta orang lebih terpaksa pindah akibat pertempuran.

Berita terkait