BBC navigation

Ratusan napi 'al-Qaida' lari dari penjara Irak

Terbaru  22 Juli 2013 - 22:44 WIB
Tentara Irak

Serangan di Irak meningkat sejak awal Ramadan dengan lebih 200 orang meninggal.

Ratusan narapidana melarikan diri dari dua penjara di Irak setelah kelompok pria bersenjata menyerang dua lembaga pemasyarakatan di dekat Baghdad.

Kerusuhan terjadi selama beberapa jam setelah penjara Abu Ghraib dan Taji diserang.

Serangan mortir dan bom bunuh diri digunakan untuk mendapatkan jalan masuk ke penjara, dengan tahanan termasuk napi al-Qaida.

Paling tidak 34 orang -sebagian besar personil keamanan- tewas dalam bentrokan yang pecah Minggu (21/07) malam.

Seorang anggota parlemen senior, Hakim Al-Zamili, mengatakan sekitar 500 tahanan melarikan diri dari penjara Abu Ghraib.

Sebagian besar adalah anggota senior al-Qaida yang dijatuhi hukuman mati, kata Al-Zamili kepada kantor berita Reuters.

Lebih 200 meninggal sejak awal Ramadan

"Jelas bahwa serangan teroris itu dilakukan oleh al-Qaida untuk membebaskan terpidana teroris al-Qaida," Reuters mengutip penjaga keamanan yang tidak disebutkan namanya.

Abu Ghraib dulu digunakan untuk menyiksa penentang rezim Saddam Hussein.

Nama penjara ini kembali terangkat setelah muncul foto-foto yang diterbitkan tahun 2004 menunjukkan para tahanan disiksa oleh pengawal Amerika Serikat.

Klik Sejumlah serangan di Irak termasuk serangan masjid Sunni pekan lalu yang menewaskan 20 orang.

Lebih dari 200 orang tewas sejak awal Ramadan dan sektiar 2.500 warga Irak meninggal akibat berbagai serangan sejak April, berdasarkan data PBB yang diterbitkan bulan ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.