Tokoh oposisi Rusia kembali ke Moskow

  • 20 Juli 2013
Alexei Navalny disambut para pendukungnya di Moskow setelah dibebaskan sementara.

Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny telah kembali ke Moskow setelah dibebaskan sementara terkait tuduhan atas dirinya dalam kasus penggelapan.

Navalny bersama istrinya disambut para pendukungnya, setelah kereta api yang membawanya dari kota Kirov berhenti di Stasiun Moskow.

Setibanya di stasiun, Navalny kepada ribuan pendukungnya menyatakan bahwa dirinya akan tetap maju dalam pemilihan Walikota Moskow.

"Kita akan ikut pemulihan, dan yakinlah kita akan menang," katanya, dalam pidatonya.

Dalam jajak pendapat terakhir, Navalby dijagokan sebagai salah-seorang kandidat kuat dalam pemilihan Walikota Moskow, sebelum dia dikaitkan dalam kasus penggelapan.

Navalny dinyatakan bersalah dalam kasus penggelapan pada Kamis lalu dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Motif politik

Tetapi majelis hakim memutuskan membebaskannya sambil menunggu keputusan upaya banding yang diajukannya.

Usai dibebaskan, aparat polisi anti huru-hara dan militer ditempatkan di sekitar Stasiun kereta api Moskow, demikian laporan kantor berita Interfax.

Para pendukungnya yang mencapai ribuan menggelar unjuk rasa pada Kamis, setelah dia dibebaskan.

Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov memperingatkan Navalny agar tidak menggelar unjuk rasa tanpa persetujuan resmi.

Sejak awal Navalny dan kelompok pendukungnya menyatakan bahwa tuduhan terhadap dirinya bermotif politik.

Selama ini Navalny dikenal sebagai tokoh yang sering mengutarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut wartawan BBC di Moskow, Daniel Sandford, kemungkinan Navalny akan mendekam di penjara saat pemilihan Walikota Moskow digelar.

Berita terkait