Korban makanan beracun di India dimakamkan

  • 18 Juli 2013
India
Orangtua mengubur anak-anak korban keracunan didekat sekolah.

Sembilan belas dari 22 anak-anak yang meninggal karena keracunan makanan di sekolah di Bihar, India, dimakamkan di sekitar sekolah.

Para orangtua yang marah atas kejadian tersebut menginginkan makam itu sebagai pengingat bahwa anak-anak itu meninggal karena kelalaian pemerintah.

Sedikitnya 47 anak-anak jatuh sakit setelah mengkonsumsi makanan berupa nasi dan kacang kedelai menyebabkan 47 anak jatuh sakit, pada Selasa (16/7) lalu.

Seorang dokter di rumah sakit lokal mengatakan bahan kimia yang mengandung pestisida diduga merupakan penyebab kontaminasi.

Pejabat mengatakan kepala sekolah wanita di sekolah negeri di Dharmasati Gandaman di distrik Saran, melarikan diri.

Bantuan makan siang gratis diberikan kepada anak-anak sekolah, tetapi seringkali diolah tanpa memikirkan kebersihan.

Makanan gratis itu untuk memberantas kelaparan dan meningkatkan kehadiran anak-anak di sekolah, dan menjangkau 120 juta anak-anak dan 1,2 juta sekolah di seluruh negeri, menurut data pemerintah.

'Kelalaian pemerintah'

Makan siang
Program makan siang gratis bertujuan untuk meningkatkan jumlah kehadiran anak-anak di sekolah.

Orangtua korban dan masyarakat desa telah menguburkan tiga anak-anak di dalam sekolah sementara 16 orang lainnya dimakamkan di daerah sekitarnya, seperti dilaporkan oleh wartawan Patna Amarnath Tewary dari Desa Dharmasati Gandaman.

"Masyarakat jangan pernah melupakan bahwa anak-anak meninggal di dalam sekolah karena kelalaian pemerintah," jelas Rangeela Prasad Yadav, yang cucunya Mamata, 11 tahun, meninggal, kepada BBC.

Lebih dari 100 orang dari desa sekitar menghadiri pemakaman dan masih banyak berada disekitar pemakaman, berkabung.

Sebelumnya, warga desa yang marah merusak dapur tempat makanan diolah, tampak buku-buku bertebaran di sekitar dan di dalam dapur.

Rabu lalu, ratusan orangtua dan warga desa memprotes dan membakar empat kendaraan polisi.

Mereka membawa tongkat dan memblokir jalan dan pintu masuk stasiun, sehingga menghambat perjalanan kereta.

Selain di Dharmasati Gandaman - massa Chhapra membakar sebuah bus dan merusak properti pribadi.

Keterangan resmi mengatakan anak-anak menunjukan gejala keracunan bahan kimia, yang biasa terdapat di pestisida.

Dalam keterangan persnya Menteri Pendidikan negara bagian Bihar PK Shahi mengatakan juru masak mengatakan bahwa sekolah membeli minyak goreng tipe baru yang warnanya keruh.

Menurut dia, kepala sekolah wanita, yang bertanggung jawab terhadap penyediaan makan siang, mengatakan minyak tersebut buatan rumah dan aman digunakan.

Menteri mengatakan minyak goreng tersebut dibeli dari toko milik suami kepala sekolah.

Shahi mengatakan pemilik toko dan saudara laki-lakinya melarikan diri.

Berita terkait