India batasi penjualan air keras

  • 18 Juli 2013
acid attack
Para pegiat menginginkan langkah-langkah pencegahan dan bukan hanya sanksi hukum.

Mahkamah Agung India meminta pemerintah setempat membatasi penjualan air keras untuk mengurangi serangan terhadap para perempuan.

Menurut Mahkamah Agung, air keras seharusnya hanya dijual kepada orang yang memiliki kartu identitas yang sah, dan tiap penjualan harus dilaporkan kepada polisi.

Para hakim juga mengatakan pemerintah gagal mengatur penjualan air keras yang sering digunakan sebagai alat penyerangan ini.

Air keras selama ini mudah didapatkan di India dan sering digunakan oleh lelaki untuk menyerang perempuan.

Serangan air keras adalah masalah yang banyak dijumpai di wilayah Asia selatan termasuk Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan.

Kebanyakan korban adalah perempuan yang diserang oleh pacar, suami, atau atasan mereka.

Sebelumnya, Mahkamah Agung mengecam pemerintah yang dinilai gagal mengatasi serangan air keras kepada para perempuan.

Karena itu, pembeli juga harus menjelaskan untuk keperluan apa air keras itu mereka beli.

Pemerintah India sebelumnya memerintahkan pembayaran senilai US$5.000 kepada para korban penyiraman air keras untuk rehabilitasi.

Serangan air keras di India diperkirakan mencapai ribuan kasus setiap tahunnya.

Berita terkait