BBC navigation

Senjata di kapal Korea Utara milik Kuba

Terbaru  17 Juli 2013 - 09:44 WIB
panama korea utara

Kuba menyebut senjata usang yang dibawa, untuk diperbaiki di Korea Utara.

Kuba mengakui bertanggung jawab atas temuan setumpuk senjata yang ditemukan di sebuah kapal Korea Utara yang disita di Terusan Panama.

Kementerian luar negeri Kuba mengatakan kapal tersebut membawa senjata usang dari Kuba untuk diperbaiki di Korea Utara.

Kapal tersebut disita oleh Panama pekan lalu setelah ''muatan militer yang tak dilaporkan'' ditemukan tersembunyi dalam sebuah kapal pengangkut gula.

Dalam sanksi PBB diatur pelarangan untuk menyediakan senjata bagi Korea Utara menyusul program nuklir yang dijalankan Pyongyang.

Bagaimanapun, sebuah pernyataan kementerian luar negeri Kuba menyatakan tetao berkomitmen untuk ''menghormati hukum internasional dengan menjaga perdamaian, pelucutan senjata termasuk pelucutan senjata nuklir.''

Disebutkan bahwa kapal tersebut membawa 240 ton senjata bertahan usang yang terdiri dari dua senjata anti serangan rudal pesawat, sembilan misil dalam bentuk onderdil, dua suku cadang pesawat MiG 21 dan 15 mesin pesawat tempur MiG.

Kuba menyatakan semuanya dibuat di pertengahan Abad 20 dan akan diperbaiki lalu dikembalikan ke Kuba.

"Kesepakatan yang dicapai Kuba dalam hal ini adalah mendukung kebutuhan untuk menjaga kapasita pertahanan kami untuk menjaga kedaulatan nasional,'' demikian isi pernyataan tersebut.

Kuba menambahkan bahwa kapal tersebut bermuatan 10.000 ton gula.

Menolak digeledah

chong chon gang

Awak kapal disebutkan melakukan perlawanan saat akan disita.

Saat mengumumkan penyitaan Selasa kemarin, Klik Presiden Panama Ricardo Martinelli menduga adanya ''peralatan nuklir canggih''.

Dia memuat sebuah foto yang terlihat seperti obyek hijau besar di dalam sebuah kargo.

Presiden Martinelli mengatakan 35 awak kapal menolak penggeledahan dan kapten kapal mencoba untuk bunuh diri.

AS ''memuji'' Panama atas aksi ini, dan mengatakan sepenuhnya mendukung pemeriksaan atas kapal tersebut.

Kapal dengan nama, Chong Chon Gang, dihentikan di dekat Manzanillo di sisi Atlantik terusan Panama pada pekan lalu.

Kapal ini meninggalkan kawasan timur jauh Rusia dan menyeberang Samudera Pasifik sebelum memasuki terusan pada awal Juni, dengan tujuan Kuba.

The Chong Chon Gang saat melintasi Pasifik juga tidak menyalakan sistem pelacakan otomatis, sebuah tindakan yang dianggap sangat mencurigakan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.