Pelaku bom Boston resmi didakwa

  • 28 Juni 2013
tsarnaev
Peralatan peledak yang digunakan oleh Tsarnaev bersaudara.

Terdakwa pelaku pengeboman pada saat maraton di Boston, Amerika Serikat, 15 April lalu secara resmi didakwa atas pembunuhan empat orang dan penggunaan senjata pembunuh massal.

Dzhokhar Tsarnaev, 19, mengadapi total dakwaan 30 tahun penjara yang membunuh tiga orang dan melukai 260 lainnya.

Sementara korban keempat yaitu seorang polisi ditembak mati olehnya dan kakaknya ketika mereka melarikan diri, kata para penuntut.

Jika terbukti bersalah, Tsarnaev bisa dihukum penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati, kata jaksa di Amerika Serikat.

Dzhokhar Tsarnaev juga menghadapi dakwaan pembajakan mobil selama beberapa hari setelah serangan dan mengganggu perdagangan, kata jaksa.

Pembunuhan sipil

Di Boston, Pengacara Carmen Ortiz menggambarkan bagaimana Tsarnaev bersaudara melakukan persiapan untuk pengeboman sejak dua bulan sebelumnya.

Dzhokhar Tsarnaev dan saudaranya Tamerlan, 26, pergi ke lapangan tembak untuk praktek menembak sasaran. Mereka membeli materi elektronik yang dapat digunakan untuk membuat bom secara online dan mengunduh tulisan tentang bahan peledak bangunan, kata Ortiz kepada wartawan.

Sementara Tamerlan Tzarnaev terbunuh dalam tembak-menembak dengan polisi beberapa hari setelah kejadian ledakan. Dzhokhar terluka dalam pemburuan dan telah ditahan di rumah sakit dekat penjara sejak penangkapannya pada tanggal 19 April.

Dokumen itu juga menyebutkan bahwa Dzhokhar Tsarnaev membantu saudaranya menanam dan meledakkan salah satu bom.

Bulan lalu, ibu terdakwa menyatakan anaknya sudah pulih dan bisa berjalan, katanya dalam sebuah wawancara dengan Associated Press. Tapi polisi menolak berkomentar lebih lanjut mengenai kondisinya.

Kedua bersaudara itu berasal dari keluarga Muslim etnis Chechnya dari Rusia dan telah tinggal di AS selama sekitar satu dekade.