BBC navigation

Korban banjir India dievakuasi

Terbaru  21 Juni 2013 - 11:03 WIB
india

Banyak orang dikhawatirkan tewas di kota suci Kedarnath.

Upaya penyelamatan besar-besaran tengah berlangsung untuk membantu korban selamat di Uttarakhand, India, setelah diterjang banjir yang menewaskan setidaknya 150 orang.

Lebih dari 50.000 orang terlantar setelah banjir Klik menyapu bangunan dan memicu longsor.

Sejumlah besar korban selamat dilaporkan terperangkap disekitar kota Kedarnath yang terletak di lembah.

Pejabat setempat mengatakan jumlah korban tewas dapat mencapai 1.000 orang, meskipun jumlah pastinya baru akan diketahui setelah survei di lokasi tersebut selesai.

Sementara itu tubuh-tubuh masih berserakan di sekitar Kedarnath, di distrik Rudraprayag, demikian beberapa pejabat melaporkan.

Banjir yang menyebabkan kematian juga dilaporkan terjadi di negara bagian Himachal Pradesh dan Uttar Pradesh, serta negara tetangga Nepal.

Terdampar di perbukitan

Musim hujan yang umumnya berlangsung dari Juni hingga September, membawa mendatangkan manfaat bagi kegiatan pertanian, tapi tahun ini hujan di utara India dan sebagian Nepal lebih besar dari biasanya.

india

Banyak jalur jalan yang terpotong banjir dan mempersulit proses evakuasi.

Laporan media mengatakan helikopter militer dan tentara menargetkan wilayah Kedarnath sebagai yang utama, karena di sana terdapat bagian kuil terkenal Hindu yang hanyut dan terendam lumpur.

Banyak peziarah dan wisatawan yang mengunjungi di Kedarnath belum ditemukan, kata para pejabat.

Kepala polisi setempat Ajay Chadha mengatakan kepada BBC bahwa sementara tidak ada seorang pun terdampar di pusat kota, tetapi ribuan terdampar di perbukitan yang mengelilinginya.

"Mereka dibawa ke Kedarnath dan akan dievakuasi besok [Jumat] pagi," katanya.

Chadha mengatakan bahwa tentara membantu operasi penyelamatan dan melakukan "pekerjaan yang luar biasa".

Dia mengatakan bahwa di satu daerah, mereka membuat jembatan tali yang digunakan untuk menyelamatkan setidaknya 1.200 orang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.