Hassan Rouhani terpilih sebagai presiden Iran

  • 15 Juni 2013
Hassan Rouhani
Hassan Rouhani antara lain menyerukan kebebasan media yang lebih besar.

Tokoh konservatif moderat, Hassan Rouhani, diumumkan sebagai pemenang pemilihan presiden di Iran.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan Rouhani meraih sekitar 18,5 juta suara, atau telah melewati 50% dari kartu suara.

Ini berarti tidak akan ada pemilihan presiden putaran kedua.

Para pejabat di kementerian ini mengatakan jumlah pemilih yang menggunakan hak suara tergolong tinggi, mencapai hampir 73%.

Panitia pemilihan di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) memperpanjang jam buka TPS untuk mengakomodasi besarnya antusiasme pemilih.

Hubungan dengan Barat

Menjelang pencoblosan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyerukan rakyat menggunakan hak suara, meski ia tak sampai mengungkapkan siapa calon yang ia dukung.

Walikota Iran, Mohammad Baqar Qalibaf, berada di posisi kedua, tertinggal jauh dengan sekitar enam juta suara.

Rouhani akan menggantikan Mahmoud Ahmadinejad, yang sudah dua kali menjabat.

Enam calon yang berlaga di pilpres kali ini semuanya berasal dari kubu konservatif, setelah beberapa tokoh reformis mundur.

Rouhani dalam kampanyenya antara lain menyerukan kebebasan media yang lebih besar dan hubungan yang lebih hangat dengan negara-negara Barat.

Sikap Rouhani ini, menurut para pengamat, membuatnya didukung kelompok reformis.

Berita terkait