Dokter mogok, pelayanan medis di Tepi Barat lumpuh

  • 5 Juni 2013
Rami Hamdallah
Para dokter meminta Rami Hamdallah menangani masalah gaji secepatnya.

Pelayanan medis di berbagai rumah sakit Tepi Barat, Palestina, lumpuh karena para dokter melakukan mogok kerja terkait sengketa lama mengenai gaji.

Mogok kerja diadakan pada Rabu (05/06) atas seruan serikat dokter Palestina di wilayah Tepi Barat.

Serikat dokter mengatakan hanya dokter yang bertugas di ruang-ruang pasien yang bekerja pada hari pemogokan, sedangkan tenaga medis lain seperti dokter spesialis tidak bekerja.

Wartawan BBC di Ramallah, ibukota administratif Palestina di wilayah Tepi Barat, melaporkan pasien-pasien yang memerlukan pelayanan darurat terpaksa ditolak di sejumlah rumah sakit umum.

Sebagian dokter yang melakukan mogok kerja menyerbu gedung pusat pemerintahan di Ramallah.

Defisit

Mereka memaksa menyerahkan surat kepada Rami Hamdallah yang telah ditunjuk sebagai perdana menteri untuk menggantikan Salam Fayyad.

Dokter yang mogok kerja menuntut sosok yang diangkat sebagai perdana menteri baru itu untuk menyelesaikan pembayaran gaji.

Mogok kerja dokter dilakukan setelah mereka menuduh pemerintah gagal memenuhi janji-janji.

Otorita Palestina, kata mereka, belum menerapkan seluruh kesepakatan yang telah dicapai dengan serikat dokter.

Defisit anggaran yang dialami Otorita Palestina menimbulkan masalah besar bagi pegawai negeri. Mereka sering tidak menerima gaji dan beberapa kali telah menggelar unjuk rasa dan mogok kerja.

Sejumlah negara di kawasan Teluk gagal menepati janji untuk memberikan bantuan.

Berita terkait