Biksu Sri Langka tewas bakar diri

  • 27 Mei 2013
sri langka monk
Puluhan orang berdemonstrasi setelah pemerintah menolak pemakaman kenegaraan terhadap biksu tersebut.

Seorang biksu Sri Langka yang melakukan aksi protes dengan membakar diri akhirnya meninggal karena luka yang diderita.

Bowatte Indarathana melakukan protes terhadap pembantaian ternak dan banyaknya penganut Buddha yang pindah ke agama minoritas di negara itu.

Dia membakar diri pada Sabtu (25/05) di luar tempat suci negara - Kuil Gigi di pusat kota Kandy.

Biksu yang dipercaya berusia 30 tersebut merupakan bagian dari kelompok revivalis Buddha yang berkampanye menentang penyembelihan hewan secara halal oleh kaum muslim.

Buddhisme melarang penganutnya membunuh hewan tetapi banyak umat Buddha di Sri Lanka yang makan daging, termasuk daging sapi, wartawan BBC Charles Haviland melaporkan.

Indarathana juga telah menyerukan untuk mengakhiri penyebaran keyakinan yang dilakukan orang Kristen dan para penganut agama lain di negara mayoritas Buddha ini.

Difilmkan

Puluhan biksu dari kelompok yang sama dan warga yang mendukung aksi tersebut menggelar demonstrasi di ibukota Kolombo setelah pihak berwenang menolak permintaan mereka memberikan pemakaman kenegaraan bagi biksu tersebut.

Bakar diri biksu Buddha di Sri Lanka sangat langka, meskipun banyak biksu Tibet baru-baru ini melakukan bunuh diri dengan cara ini karena alasan politik.

Sementara itu, pejabat senior pemerintah Charith Herawati mengatakan kepada BBC, biksu tersebut sempat memberitahu seorang wartawan dari salah satu stasiun televisi tentang rencananya itu, tetapi wartawan ini kemudian malah memfilmkannya bukan mencegahnya.

Charith Herawati mengatakan media harus memiliki batas dan menghentikan hal-hal tertentu agar tidak terjadi.

Sebelumnya, beberapa aksi protes terhadap label halal pernah terjadi. Pada Maret lalu, ratusan orang yang dipimpin biksu Buddha menyerang gudang pakaian milik warga Muslim di Kolombo, Sri Lanka.

Sementara itu, Majelis Ulama Sri Lanka (ACJU) memutuskan untuk mencabut pelabelan halal pada produk makanan untuk demi perdamaian dan keharmonisan antaragama di negara tersebut.

Berita terkait