Kardinal Australia sesali pencabulan anak

  • 27 Mei 2013
George Pell
George Pell membantah ia secara pribadi menutup-nutupi pencabulan anak.

Pemimpin umat Katolik Australia, Kardinal George Pell mengatakan ia meminta maaf sepenuhnya dan menyesal atas pencabulan anak-anak yang dilakukan oleh sebagian pengurus gereja Katolik selama puluhan tahun.

Kardinal Pell menyampaikan hal itu di hadapan tim penyelidik parlemen negara bagian di Victoria.

"Saya ingin mengatakan bahwa saya bersedia menuruti seruan pemimpin negara bagian Victoria untuk menyatakan bahwa saya benar-benar meminta maaf dan sangat menyesal," kata Kardinal Pell pada Senin (27/05).

Kardinal Pell membantah ia pribadi turut menutup-nutupi pastur pedofil, tetapi mengatakan tindakan tersebut jelas terjadi.

'Budaya bungkam'

Ia mengakui bahwa pendahulunya Uskup Agung Melbourne, Frank Little, menutup-nutupi masalah dan tidak membahasnya dengan para penasehat atau dengan para uskup.

Ia menuding adanya budaya bungkam yang pernah berkembang di kalangan gereja.

"Saya pikir kesalahan terbesar terjadi karena tak seorang pun membahas masalah itu, tak seorang pun menyinggungnya. Jadi saya pikir tidak banyak orang di jajaran pimpinan gereja yang mengetahui persoalan menghebohkan dan menyebar luas yang terjadi," tuturnya.

Kardinal Pell menghadapi tuduhan sengaja menutup mata dan kurang berempati terhadap para korban dan keluarga mereka.

Gereka Katolik Roma di Victoria mengukuhkan lebih dari 600 kasus pencabulan anak oleh para pejabat gereja. Sebagian kasus terjadi pada tahun 1930-an.

Sebelumnya George Pell menggunakan pesan Natal untuk menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang mengalami penderitaan di tangan pastur dan guru.

Penyelidikan di tingkat parlemen negara bagian Victoria diadakan bersamaan dengan penyelidikan nasional terhadap pencabulan anak-anak di lembaga negara dan lembaga agama di Australia.

Berita terkait