BBC navigation

Presiden Obama puji pemimpin Burma

Terbaru  21 Mei 2013 - 09:07 WIB

Presiden Obama memuji Presiden Burma Thein Sein yang dianggap mampu membawa Burma menuju reformasi politik dan ekonomi.

Presiden Barack Obama memuji kepemimpinan Presiden Burma Thein Sein dalam melakukan reformasi politik dan ekonomi di negaranya.

Dia mengutarakan hal itu setelah Thein Sein menjadi pemimpin Klik Burma pertama yang mengunjungi gedung Putih semenjak 1966.

Untuk pertama kalinya, Presiden Obama menyebut negara Myanmar, nama pengganti Burma yang digunakan oleh penguasa militer pada 1989.

Namun, Presiden Obama menyatakan 'keprihatinan mendalam' atas kekerasan yang dialami etnis minoritas Muslim di Burma.

Dalam pidatonya, dia mengakui Presiden Thein Sein telah melakukan upaya yang tulus untuk menyelesaikan ketegangan etnis di negerinya, namun dia menambahkan: "Pemindahan secara paksa warga, kekerasan yang ditujukan terhadap mereka harus dihentikan."

Presiden Thein Sein, melalui seorang penerjemah, mengakui Burma memiliki banyak tantangan dan "demokrasi terus berkembang ... kita harus bergerak maju, dan kita harus melakukan reformasi politik dan reformasi ekonomi".

Wartawan BBC, Paul Adams, di Washington melaporkan Presiden Obama jelas menyadari kritikan terhadap kunjungan Thein Sein dan pertemuan di Gedung Putih yang digambarkan berlangsung ramah tetapi tidak berlebihan.

Tapi fakta bahwa telah terjadi perubahan di Burma adalah sebuah langkah maju dan Obama menganggapnya sebagai kisah keberhasilan Burma, tambah wartawan BBC.

Sangat prihatin

"Pemerintahan Obama mengabaikan adanya kejahatan kemanusiaan pasukan keamanan Burma terhadap etnis minoritas etnis dan agama di Burma."

Kelompok hak asasi manusia telah menuduh Presiden Obama bergerak terlalu cepat untuk merehabilitasi Burma setelah selama ini dikuasai pemerintahan junta militer.

Jennifer Quigley, dari kelompok LSM Kampanye AS untuk Burma, mengatakan "Pemerintahan Obama mengabaikan adanya kejahatan kemanusiaan pasukan keamanan Burma terhadap etnis dan agama minoritas di Burma."

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Joe Crowley, mengatakan "sangat prihatin dengan fakta yang terjadi di Burma, termasuk adanya pelanggaran HAM terhadap etnis minoritas."

Tetapi pemerintah Klik Amerika Serikat mengatakan kunjungan ini merupakan komitmen untuk membantu pemerintah yang telah membuat keputusan penting untuk melakukan reformasi.

AS telah memuji Klik perubahan di Burma, termasuk pembebasan paraKlik pembangkang politik dan mengurangi tindakan sensor, yang ditandai berakhirnya sekitar 50 tahun kekuasaan rezim militer pada 2011 dengan mendirikan pemerintahan sipil.

Thein Sein merupakan kepala pemerintahan yang terpilih dalam pemilu pertama dalam dua dekade pada November 2010 lalu.

Sementara, pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi terpilih menjadi anggota parlemen setelah menang telak dalam pemilu pada April 2012, yang digambarkan berlangsung bebas dan adil.

Kursi militer di parlemen

"[Militer] adalah kekuatan keamanan. Anda tidak dapat menyangkal tempat mereka dalam politik."

Saat berbicara di sebuah forum pada hari Minggu, Thein Sein mengatakan hubungan AS-Burma "sangat meningkat berkat kebijakan Presiden Obama".

Dalam forum itu, dia membela kebijakan pemberian jatah kursi 25% kursi kepada militer di parlemen, seperti diatur dalam konstitusi baru yang disahkan pada 2008.

"[Militer] adalah kekuatan keamanan. Anda tidak dapat menyangkal tempat mereka dalam politik," katanya.

Kelompok Internasional telah menyuarakan keprihatinan tentang kekerasan agama yang serius di Burma dalam beberapa bulan terakhir.

Setidaknya 40 orang tewas dalam kerusuhan anti-Muslim di Myanmar bulan lalu, sementara kerusuhan meluas pada 2012 antara umat Buddha dan Muslim di negara bagian Rakhine yang menyebabkan hampir 200 orang tewas, dan ribuan Muslim Rohingya mengungsi.

Sejauh ini ratusan tahanan politik telah dibebaskan dan lebih dari 20 orang telah diampuni sebelum Thein Sein berkunjung ke AS.

Namun, sejumlah aktivis mengatakan, mereka tetap ditahan, dan menggambarkan sikap pemerintah Burma sebagai "kebohongan".

Pada Jumat, juru bicara kantor kepresidenan Thein Sein, Zaw Htay membantah bahwa pemerintah menggunakan tahanan politik sebagai 'alat'.

Komentar

Yang pertama memberi komentar

 posting

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.