BBC navigation

Korut diminta jamin pembebasan kapal Cina

Terbaru  20 Mei 2013 - 12:09 WIB
Korea Utara

Masih tidak jelas identitas dari penculik yang menyandera 16 nelayan Cina

Cina mengatakan sudah meminta Korea Utara untuk menjamin pembebasan sebuah kapal ikan dan awaknya yang ditangkap awal bulan ini.

Kantor berita Klik Cina, Xinhua, mengatakan para diplomat di ibu kota Klik Korea Utara, Pyongyang, sudah diminta bantuannya pada pada tanggal 10 Mei dan sedang berupaya.

"Setelah menerima telepon, Kedutaan Besar Cina mengirimkan perwakilan kepada Kementrian Luar Negeri DPRK (Korea Utara), meminta DPRK membebaskan kapal dan nelayannya secepat mungkin," tutur seorang diplomat Cina di Pyongyang, Jiang Yaxian, seperti dikutip Xinhua.

Pemilik kapal ikan itu, Yu Xuejun, berpendapat kapalnya sedang berada di perairan Cina ketika ditangkap bersama 16 awaknya pada tanggal 5 Mei 2013.

Yu mengaku sudah menerima delapan telepon dari para penculiknya yang meminta uang tebusan sebesar US$100.000 atau sekitar Rp1 miliar.

Berita penculikan kapal itu pertama kali dia ungkapan di blognya dan juga situs jejaring sosial Cina, Tencent Weibo.

Laporan-laporan menyebutkan pesan Yu kemudian disebarkan oleh para pengguna internet lainnya sampai 12.000 kali sehingga menjadi perhatian pihak berwenang Cina.

Ketegangan meningkat

Belakangan ini, terjadi beberapa insiden di Laut Kuning, yang merupakan wilayah perikanan yang subur yang terletak antara Cina dan Semenanjung Korea.

Bulan Mei 2012, sebanyak 29 nelayan Cina serta tiga kapal ditangkap oleh pihak Korea Utara yang tidak jelas identitasnya.

Dua pekan kemudian mereka dibebaskan dan tidak bisa dipastikan apakah karena pembayaran uang tebusan.

Identitas pihak penculik juga tidak jelas, apakah merupakan pihak berwenang atau kelompok penjahat.

Cina merupakan sekutu utama Korea Utara namun Klik hubunganKlik keduanya menegang setelah uji coba nuklir Korut yang ketiga pada 12 Februari tahun ini.

Setelah uji coba tersebut, pemerintah Beijing mendukung perluasan sanksi atas Cina dan bank-bank mereka menghentikan transaksi dengan bank utama Korea Utara yang menanangani penukaran mata uang.

Media-media Cina juga menjadi lebih vokal dalam memberitakan Korea Utara dan secara terbuka membahas keuntungan dan kerugian dari hubungan dengan Pyongyang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.