BBC navigation

Pekerja seks PD II diperlukan, kata Hashimoto

Terbaru  14 Mei 2013 - 09:21 WIB
Toru Hashimoto

Bukan pertama kali Toru Hashimoto mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Seorang politisi Jepang yang berpengaruh menyebutkan sistem yang memaksa perempuan penghibur pada masa Perdang Dunia II diperlukan.

Walikota Osaka, Toru Hashimoto, mengatakan perempuan penghibur atau jugun ianfu memberi kesempatan istirahat bagi para tentara Klik Jepang yang hidupnya berada dalam risiko.

"Dalam situasi ketika peluru berterbangan seperti hujan dan angin, tentara berlarian dengan risiko kehilangan nyawa mereka," tuturnya seperti dikutip media Jepang.

"Jika Anda ingin mereka beristirahat dalam situasi demikian, sistem perempuan penghibur diperlukan. Setiap orang bisa memahami itu."

Dia mengakui bahwa para perempuan tersebut melakukan hubungan seks yang 'berlawanan dengan keinginan' mereka.

Ditambahkannya bahwa Jepang bukan merupakan satu-satunya negara yang memberlakukan sistem tersebut namun Jepang bertanggung jawab atas tindakannya.

Permintaan maaf

"Tanggung jawab perang juga berada di Jepang. Kami dengan santun menawarkan kata-kata yang baik hati kepada para perempuan penghibur."

Toru Hashimoto

Para perempuan penghibur untuk tentara Jepang pada masa PD II antara lain berasal dari Cina, Korea Selatan, Filipina, Indonesia, dan Taiwan.

Pandangan Jepang atas peran dan perilaku mereka selama PD II sering menjadi sumber ketegangan dengan negara-negara tetangganya.

Bagaimanapun Hashimoto menyatakan dia mendukung pernyataan dari Perdana Menteri, Tomiichi Murayama, pada tahun 1995 yang meminta maaf atas perilaku Jepang di Asia pada saat PD II.

"Hal itu merupakan akibat dari tragedi perang bahwa menjadi perempuan penghibur berlawanan dengan keinginan mereka. Tanggung jawab perang juga berada di Jepang. Kami dengan santun menawarkan kata-kata yang baik hati kepada para perempuan penghibur," tuturnya.

Hashimoto merupakan salah seorang pendiri Partai Restorasi Jepang yang beraliran nasionalis. Dia merupakan gubernur termuda dalam sejarah Jepang sebelum menjadi walikota Osaka pada tahun 2011.

Tahun lalu dia juga mengeluarkan pernyataan kontroversial karena berpendapat Jepang membutuhkan kediktatoran.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.