Pekerja seks Cina 'rentan perlakuan buruk'

  • 14 Mei 2013
Polisi Cina
Polisi Cina dituding menyiksa dan menahan pekerja seks secara semena-mena.

Human Rights Watch mengatakan kampanye besar di Cina untuk memberantas prostitusi justru menyebabkan pekerja seks rentan mengalami perlakuan buruk oleh polisi.

Dalam laporannya, kelompok hak asasi manusia yang berkantor pusat di New York itu mengatakan para pekerja seks sering menghadapi kebrutalan polisi dalam operasi mengusir mereka. Operasi-operasi tersebut banyak menjadi perhatian media.

Polisi, kata Human Rights Watch, sering memukul, menyiksa dan secara semena-mena menahan para pekera seks. Dalam satu kasus, seorang perempuan menuturkan bahwa polisi mengikat ia dan dua temannya ke pohon dan kemudian memukuli mereka.

Beberapa pekerja seks lainnya mengatakan mereka diserang dan dipaksa mengaku bahwa mereka adalah pekerja seks.

Ilegal

Setelah mengaku, mereka dijatuhi denda sementara para pekerja seks lainnya ditahan tanpa menjalani sidang selama ber bulan-bulan.

Berdasarkan laporan Human Rights Watch, beberapa perempuan juga dipaksa menjalani tes HIV dan hasilnya diberikan kepada pihak ketiga.

Wartawan BBC di Beijing Martin Patience melaporkan terdapat sekitar empat juta pekerja seks di Cina, sebagian besar perempuan.

Prostitusi dinyatakan gelap di Cina tetapi meskipun pihak berwenang melakukan kampanye antiprostitusi, praktik tersebut dapat ditemukan dengan mudah di sebagian besar kota kecil dan kota besar di negara itu.