Penculik Cleveland akan dituntut hukuman mati

  • 10 Mei 2013
Ariel Castro didakwa dengan empat tuduhan penculikan dan tiga tudukan pemerkosaan.

Para jaksa di Ohio, Amerikat Serikat, mengatakan akan berusaha mengajukan dakwaan pembunuhan dengan kemungkinan hukuman mati terhadap seorang pria yang dituduh memenjarakan tiga wanita selama hampir satu dekade.

Dakwaan itu terkait dengan adanya upaya percobaan pengguguran kandungan yang dialami salah satu korban. Ariel Castro, 52, didakwa di pengadilan setelah menculik dan memperkosa Amanda Berry, 27, Gina Dejesus, 23, dan Michelle Knight, 32.

Jaksa setempat, Tim McGinty, mengatakan tuduhan pembunuhan didasari pada bukti bahwa salah seorang korban penculikan telah dihamili, lalu disiksa secara fisik, dan dibiarkan kelaparan agar mengalami keguguran.

"Saya benar-benar berniat menuntutnya untuk setiap tindakan kekerasan seksual, pemerkosaan, penculikan, untuk tiap serangan kekejaman, percobaan pembunuhan, dan juga upaya pembunuhan yang dia lakukan, percobaan penguguran kehamilan yang dilakukannya terhadap para sandera dalam satu dekade ini," ujar McGinty pada sebuah konfrensi pers.

"Kantor kami juga akan terlibat dalam proses formal termasuk mengkaji kemungkinan tuntutan yang sesuai untuk hukuman mati," tambah McGinty.

Dalam ruang isolasi

Hari Kamis (09/05), Castro muncul di pengadilan Cleveland dalam keadaan diborgol dengan mengenakan setelan berwarna biru.

Kasus penculikan dan pemenjaraan selama satu dekade ini terungkap setelah Amanda Berry berhasil melarikan diri pada Senin (06/05) dengan bantuan warga setempat.

Castro didakwa dengan empat tuduhan penculikan, meliputi tiga korban penculikan awal dan juga penculikan atas Jocelyn -putri Amanda Berry yang berusia enam tahun, yang dikandung dan dilahirkan dalam masa penculikan. Mantan pengendara bus sekolah ini juga menghadapi tiga tuduhan pemerkosaan terhadap tiap perempuan yang diculiknya.

Dia berada dalam pengawasan khusus karena kekhawatiran akan bunuh diri dan berada dalam ruang yang diisolasi, seperti dijelaskan pengacaranya, Kathleen DeMetz, kepada para wartawan.

Kedua saudaranya, Pedro dan Onil, juga hadir di pengadilan dengan dakwaan yang tidak berhubungan dengan penculikan.

Mereka ditangkap bersamaan dengan abangnya namun polisi tidak menemukan kaitan mereka dengan kejahatan Castro.