Tidak banyak waktu untuk rekonsiliasi di Malaysia

  • 6 Mei 2013
Pemilu Malaysia
Partai DAP meragukan ajakan rekonsiliasi nasional dari PM Najib.

Suasana Malaysia yang terpecah pada masa pemilihan umum, antara pendukung dan antipemeritah, bisa dirasakan seseorang yang baru meliput kampanye selama beberapa hari menjelang pemungutuan suara.

Pendukung tiga partai yang bergabung dalam oposisi Pakatan Rakyat, sepertinya melupakan keterikatan pada partainya -yang alirannya berbeda: liberal demokrasi, Islam, dan Cina.

Mereka sepertinya hanya ingin perubahan pemerintahan, yang dalam pemilu ini masih belum tercapai walau kemenangan aliansi pemerintah semakin kecil dengan selisih 51 kursi dibanding 58 kursi sebelumnya.

Perdana Menteri Najib Razak jelas merasakan ketegangan pada masa pemilu dan begitu Barisan Nasional yang berkuasa meraih kemenangan melewati setengah suara plus satu, dia langsung menyerukan rekonsiliasi nasional.

"Para pemimpin Barisan Nasional sudah membahas bagaimana cara terbaik untuk maju ke proses rekonsiliasi sehingga bisa menolak ekstremisme, rasisme, dan bekerja untuk kebijakan yang moderat dan akomdatif bagi negara," tuturnya.

Dia juga meminta agar semua pihak menerima hasil pemilihan, yang bagi Barisan Nasional merupakan yang terburuk sepanjang pemilu Malaysia, setelah lima tahun lalu kehilangan mayoritas dua pertiga.

Masih diragukan?

Pimpinan aliansi Pakatan Rakyat, Anwar Ibrahim, sudah menegaskan tidak menerima kemenangan hasil pemilihan umum karena menuduh pemilu berlangsung curang.

"Kami yang menang pemilu. Komisi Pemilihan terlibat kejahatan dengan mencuri pemilihan dari rakyat Malaysia," tuturnya kepada para wartawan setelah hasil kemenangan BN.

Sementara itu salah satu partai di Pakatan Rakyat, DAP, meragukan rekonsiliasi nasional yang diserukan Najib.

"Kami menyambut baik rekonsiliasi, tapi kita tak cukup yakin karena perpecahan antarkaum di Malaysia adalah akibat dari politik Barisan Nasional itu sendiri dan sekarang mereka hendak tawarkan rekonsiliasi. Ini ikhlas atau kata semata-mata," tutur Tony Pua, Sekretaris Nasional Publisitas DAP.

Jadi, menurut Tony, masih perlu ditunggu lagi tindakan nyata yang akan diambil pemerintah dalam membuktikan rekonsilaisi nasional, antara lain perwujudan keadilan.

"Yang diminta rakyat adalah suatu keadilan dari segi pelaksanaan dasar seperti mengurangkan rasuah (korupsi), menjalankan tender terbuka yang tulus, mengurangkan penyalahgunaan kuasa. Dan tindakan atas pihak yang jelas melakukan rasuah."

Suara masa depan

Najib Razak
Koalisi pimpinan PM Najib Razak berhasil redam suara oposisi.

Dalam pemilihan 2013 ini, tercatat sekitar 2,5 juga kaum muda yang untuk pertama kalinya memilih dan dan jika dilihat dari kelompok usia di bawah 30 tahun, jumlahnya bisa mencapai seperempat dari sekitar 13 juta pemilih.

Tak bisa dipastikan pilihan kelompok muda dalam pemilihan 2013 dengan kemungkinan juga terpecah ke dalam BN dan PR.

Namun bagi para kaum muda yang mengaku memilih untuk mendukung Pakatan Rakyat, perubahan tampaknya menjadi semacam mantra politik yang mereka yakini.

"Berbaikan dengan partai yang sama tidak bisa menjamin. Kita perlu yang baru supaya ada ide-ide segar sehingga ada perubahan," tutur Zabidi Zaini, seorang warga yang ditemui di kawasan pusat kota Kuala Lumpur, KLCC.

Dia sudah dua kali ikut pemilihan umum dan selalu memilih Partai Keadilan Rakyat dengan alasan mengharapkan perubahan pemerintahan untuk kehidupan yang lebih baik bagi semua rakyat.

"Pemerintahan Najib Razak hanya memikirkan dirinya, bukan rakyat. Sekarang mau sekolah universitas harus berhutang banyak," tambahnya.

Mungkin seruan rekonsiliasi nasional Najib Razak tidak cukup lagi untuk mengobati kekecewaan sebagian warga Malaysia atas Barisan Nasional selama hampir 60 tahun, terlepas dari pembangunan ekonomi Malaysia yang dicapai hingga saat ini.

Di satu sisi, kelompok oposisi bisa lebih memperluas mantra 'perubahan' ke lebih banyak pemilih untuk menghadapi pemilu mendatang.

Jadi tugas Najib Razak yang harus segera dilakukan adalah membuktikan bahwa perubahan juga bisa dilakukan oleh orang yang sama. Dan dia hanya punya waktu lima tahun.