BBC navigation

Oposisi tuding ada kecurangan di Pemilu Malaysia

Terbaru  6 Mei 2013 - 07:59 WIB
Anwar Ibrahim

Aliansi oposisi Pakatan Rakyat yang dipimpin Anwar Ibrahim kalah dalam pemilu Malaysia.

Aliansi oposisi, Pakatan Rakyat menuding terjadi banyak kecurangan sebelum dan selama pemilu di Malaysia.

Pemimpin aliansi oposisi, Anwar Ibrahim menyampaikan tudingan itu tidak lama setelah hasil sementara yang menunjukan kemenangan partai berkuasa, Barisan Nasional diketahui tengah malam tadi.

Namun dinihari tadi hasil pemilu Malaysia menunjukan Barisan Nasional memastikan kemenangan dengan meraih 133 kursi dari 222 kursi parlemen yang diperebutkan, sementara aliansi oposisi Pakatan Rakyat, memperoleh 89 kursi.

Anwar dalam pernyataannya kepada media menuding otoritas penyelenggara pemilu melakukan kecurangan yang luas dan mempengaruhi hasil pemilu kali ini.

"Ini adalah pemilu yang menurut pertimbangan kami berlangsung curang dan komisi pemilihan umum telah gagal," kata Anwar dalam konfrensi pers yang berlangsung selepas tengah malam tadi.

Tinta pemilu

Tuduhan kecurangan ini telah muncul ke permukaan sebelum pemilu berlangsung.

Sejumlah pemilih mengatakan kepada BBC News bahwa tinta pemilu yang digunakan cukup mudah dibersihkan padahal daya tahan tinta tersebut harusnya mencapai beberapa hari untuk menandai apakah seseorang sudah memberikan hak suaranya atau belum.

"Ini adalah pemilu yang menurut pertimbangan kami berlangsung curang dan komisi pemilihan umum telah gagal"

Anwar Ibrahim

Kelompok oposisi juga menuding pemerintah membiayai sejumlah pendukungnya untuk terbang ke beberapa daerah pemilihan strategis.

Tudingan terakhir telah tegas dibantah oleh pemerintah.

Laporan kecurangan lainnya disampaikan oleh lembaga independen pemantau hasil pemilu, Merdeka Center, mereka juga mendapatkan laporan yang belum bisa dikonfirmasi soal adanya sejumlah warga asing yang diberikan identitas baru dan diperkenankan untuk memilih.

Sementara itu Human Rights Watch mengatakan ada sejumlah rencana yang sengaja disusun untuk melawan media independen menjelang pemilu.

Laporan mengatakan kebanyakan media yang terbit secara konvensional di Malaysia mempunyai keterkaitan dengan pemerintah sehingga partai oposisi mengandalkan media di internet untuk menyampaikan pesan mereka.

Pesan Najib

Wartawan BBC Indonesia di Kuala Lumpur, Liston Siregar melaporkan Perdana Menteri Najib Razak yang sudah menyampaikan pidato atas kemenagan Barisan Nasional mengatakan perlunya rekonsiliasi nasional setelah ketegangan selama pemilihan umum yang disebut sebagai yang paling ketat sepanjang sejarah Malaysia.

Pemilu Malaysia

Warga dilaporkan antusias dalam memberikan hak suaranya pada pemilu kali ini.

"Kami harus menunjukkan kepada dunia internasional bawah Malaysia memiliki demokrasi yang dewasa dan keputusan rakyat harus dihormati," katanya.

Perdana Menteri Najib Razak, yang bertarung di daerah pemilihan Pekan, Pahang, menang mutlak dengan 51.278 suara sementara calon dari kubu oposisi Pakatan Rakyat yang diwakili calon Partai Keadilan Rakyat, Mohd Fariz Musa, hanya meraih 15.665.

Namun Barisan Nasional kalah di di wilayah pemilihan bergengsi Lembah Pantai, di pinggiran Kuala Lumpur yang kembali direbut Nurul Izzah Ibrahim dari partai oposisi Partai Keadilan Rakyat.

Nurul meraih 31.008 suara dan mengalahkan Datuk Raja Nong Chik yang hanya meraih 29.161 suara dengan selisih suara 1.847.

Dalam pemilihan 2008 lalu, Barisan Nasional untuk pertama kali kehilangan mayoritas 2/3 suara di parlemen karena hanya menguasai 140 kursi sementara Pakatan Rakyat merebut 82 kursi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.