Ledakan guncang gereja di Tanzania

  • 6 Mei 2013
ledakan tanzania
Tanzania belakangan disibukan dengan konflik sektarian yang semakin sering terjadi.

Setidaknya tiga orang tewas setelah ledakan mengguncang sebuah gereja yang tengah dipenuhi oleh umat di Arusha, Tanzania.

Seorang pendeta lokal kepada BBC mengatakan selain korban tewas terdapat juga sekitar 50 orang lain yang mengalami luka.

Polisi menyakini ledakan itu berasal dari sebuah bom yang ditempatkan di lokasi kejadian.

Ledakan ini terjadi saat pembukaan secara resmi gereja Katholik Roma di daerah pinggiran bernama Olasiti.

Duta Besar Vatikan untuk Tanzania dan Uskup Agung Arusha yang hadir dalam acara itu dilaporkan tidak mengalami luka.

Konflik sektarian

Pasca kejadian itu polisi mengatakan mereka telah menangkap satu orang tersangka.

"Orang berlarian ke berbagai arah, anak-anak juga banyak yang berteriak dan umat perempuan menangis," kata seorang saksi mata kepada kantor berita AFP.

Menteri Luar Negeri Tanzania, Bernard Membe dalam pesan di akun Twitter-nya mengatakan dia sangat terkejut dengan serangan itu.

Belakangan seperti sejumlah negara di Afrika, Tanzania belakangan kerap dilanda konflik sektarian yang melibatkan kelompok penganut Kristen dan Islam.

Bulan lalu, polisi di selatan Tanzania harus menggunakan gas air mata untuk membubarkan sekitar 200 orang penganut Kristen yang mencoba membakar masjid karena persoalan pembantaian hewan.

Sementara pada Februari lalu seorang pastor ditembak di kepalanya saat berada di Zanzibar, pulau dengan populasi penduduk muslim terbesar di negara itu.