Malaysia tepis tuduhan kecurangan pemilu

  • 3 Mei 2013
Tinta pemilu
Oposisi Malaysia juga menuduh bahwa tinta yang digunakan sebagai penanda mudah hilang.

Pemerintah Malaysia menepis tudingan adanya kecurangan menjelang pemilihan umum Minggu (05/05) menyusul tuduhan bahwa koalisi yang berkuasa menerbangkan para pemilih "meragukan".

Sekretaris Jenderal koalisi Barisan Nasional (BN) Datuk Seri Tengku Adnan Mansor menegaskan para pemilih memang diterbangkan dari Sabah dan Sarawak ke wilayah Semenanjung Malaysia tetapi mereka adalah pemilih sah.

Datuk Seri Tengku Adnan Mansor mengatakan "teman-teman" BN membantu menerbangkan para pemilih. Ia menekankan bahwa penerbangan-penerbangan yang disponsori "teman-teman" Barisan Nasional merupakan bagian dari kampanye pemilihan 2013.

Tudingan menerbangkan para pemilih oleh koalisi yang berkuasa pertama kali diungkap oleh pemimpin oposisi Datuk Anwar Ibrahim.

Menurutnya puluhan penerbangan disediakan setiap hari bagi orang-orang yang disebut pemilih "meragukan". Mereka selanjutkan dibawa ke daerah-daerah pemilihan kunci seperti Kuala Lumpur dan Selangor.

Pemberantasan kecurangan

Mereka disebut diangkut dari Sabah dan Serawak dan juga meliputi orang-orang asing.

Hari ini (03/05) aliansi tiga partai oposisi, Pakatan Rakyat, menyerukan kepada para pegawai maskapai penerbangan dan para pemilih untuk membantu memberantas kecurangan.

Seruan dikeluarkan di tengah santernya tuduhan bahwa lebih dari 40.000 pemilih "meragukan", termasuk warga asing dari Sabah dan Sarawak telah diterbangkan ke daerah-daerah pemilihan menentukan.

Salah seorang politikus Pakatan Rakyat Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim mengatakan pengakuan Barisan Nasional bahwa "teman-teman" BN menerbangkan pemilih memperkuat tudingan adanya usaha untuk mencuringi pemilu.

"Oleh karena itu, kami menyerukan kepada seluruh staf yang terlibat seperti pilot, awak kabin dan staf teknis untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang melawan hukum," kata

Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim yang juga menjabat sebagai menteri besar Selangor.

Wartawan BBC di Kuala Lumpur Jennifer Pak melaporkan tuduhan adanya kecurangan sebelumnya telah menyulut protes besar.