Korban gedung ambruk Bangladesh 500 orang

  • 3 Mei 2013
Gedung Rana Plaza yang runtuh
Gedung tingkat delapan yang digunakan sebagai pabrik garmen ambruk pada 24 April lalu.

Para pejabat Bangladesh mengatakan jumlah korban tewas akibat gedung ambruk di dekat ibukota, Dhaka, melampaui 500 orang sejauh ini.

Jumlah korban meninggal melewati angka 500 orang setelah 29 jenazah berhasil diangkat dari reruntuhan gedung Rana Plaza pada Kamis malam (02/05) sehingga korban meninggal secara keseluruhan mencapai 507.

Puluhan orang terutama pekerja pabrik belum ditemukan sejak gedung ambruk pada 24 April lalu.

Menurut para pejabat, sekitar 2.500 orang mengalami luka-luka dan 2.437 orang berhasil diselamatkan.

Petugas penyelamat tidak menemukan korban hidup selama empat hari terakhir tetapi banyak keluarga masih menunggu di lokasi kejadian sambil membawa foto-foto anggota keluarga mereka.

"Nama anak saya adalah Mallika. Dia bekerja di pabrik di lantai empai. Dia mulai bekerja tiga bulan lalu, dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaannya," kata seorang ibu Bulbila.

Didakwa lalai

Keluarga korban
Keluarga korban menunggu di dekat lokasi kejadian untuk mengetahui nasib anggota keluarga.

Sementara proses pencarian jenazah dari puing-puing reruntuhan bangunan berlanjut, polisi mengatakan telah menangkap satu insinyur lagi yang menangani pembangunan gedung.

Insinyur yang bernama Abdur Razzak Khan bertanggungjawab mengawasi desain dan pembangunan gedung. Dia dikenai dakwaan melakukan kelalaian.

Para wartawan melaporkan penangkapan Abdur Razzak Khan mengejutkan karena dia sebenarnya adalah orang yang sudah memperingatkan bahwa gedung tidak aman.

Dia diminta melakukan pemeriksaan setelah terdapat retakan-retakan sebelum gedung ambruk.

Berita terkait