BBC navigation

Hisbullah nyatakan dukungan untuk Suriah

Terbaru  1 Mei 2013 - 08:03 WIB

Hassan Nasrallah menyatakan pihaknya akan membantu Suriah.

Pemimpin kelompok militan Lebanon Hisbullah menyatakan Suriah memiliki teman sesungguhnya yang tidak akan membiarkan mereka jatuh oleh AS, Israel atau radikal Islamis.

Hassan Nasrallah mengatakan oposisi Suriah terlalu lemah untuk menjatuhkan rezim militer Bashar al-Assad.

Dia menyatakan dukungan tersebut dalam sebuah pidato yang disiarkan stasiun TV Hisbullah al-Manar.

Wartawan BBC melaporkan, pidato yang disampaikannya tersebut mengkonfirmasi bahwa kelompoknya secara diam-diam terlibat dalam pertempuran di Suriah.

Oposisi Suriah selama ini mengklaim bahwa pergerakan Syiah dukungan Iran telah menyediakan milisi untuk membantu Assad, sebuah dukungan kunci dari Hisbullah.

"Sejumlah besar pemberontak bersiap untuk menguasai desa-desa yang dihuni oleh warga Lebanon... jadi itu adalah normal untuk menawarkan setiap bantuan yang memungkinkan dan dibutuhkan untuk membantu tentara Suriah,'' kata Nasrallah dikutip kantor berita AFP.

'Tempat suci'

Pemimpin Hisbullah ini mengatakan bahwa mereka tidak pernah menyembunyikan martir mereka, tetapi laporan yang menyebutkan banyak pejuang mereka yang tewas disebutnya bohong.

Dia juga memperingatkan bahwa jika sebuah tempat suci Syiah di selatan Damaskus - yang diberi nama Sayida Zeinab, cucu Nabi Muhammad - akan dihancurkan, hal itu akan ''mengobarkan balas dendam yang tidak dapat dikontrol'', katanya.

Nasrallah juga mencoba untuk menjamin penonton domestik bahwa - diatas itu semua - Hisbullah ingin menghindari perang Suriah masuk ke Lebanon, tetapi wartawan BBC melaporkan banyak warga Lebanon yang merasa tidak nyaman dengan perkembangan terbaru.

Pengumuman Hisbullah mengemuka beberapa jam setelah 14 orang tewas akaibat ledakan hebar di Damaskus, dan sehari setelah Perdana Menteri Suriah Wael al-Halqi lolos dari sebuah bom mobil di ibukota Suriah.

Pasukan pemerintah dan pemberontak telah bertempur di dalam dan di sekitar Damaskus selama berbulan-bulan, tetapi kedua belah pihak tidak ada yang menyerah.

Lebih dari 70.000 orang tewas sejak pertempuran antara pasukan Suriah dengan pemberontak pecah di bulan Maret 2011 silam.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.