Penghitungan suara Venezuela akan diaudit

  • 29 April 2013
Tibisay Lucena
Tibisay Lucena mengatakan tuntutan penghitungan ulang total tidak layak.

Komisi Pemilihan Venezuela, CNE, mengatakan audit atas penghitungan suara dalam pemilihan presiden akan dimulai pada tanggal 6 Mei.

Namun tidak akan dilakukan penghitungan ulang secara penuh, seperti dituntut oleh calon kelompok oposisi, Henrique Capriles.

Capriles mengatakan audit yang dijanjikan cuma pura-pura dan menuduh komisi hanya melaksanakan order pemerintah.

"Lagi, mereka pikir warga Venezeuela bodoh! Tanpa penghitungan suara, audit itu pura-pura," tulisnya di Twitter.

Bagaimanapun Ketua CNE, Tibisay Lucena, menegaskan tuntutan Capriles untuk menghitung ulang semua suara tidak layak.

"Kami selalu menegaskan bahwa Capriles memiliki hak untuk menggugat prosesnya. Namun dia juga memiliki kewajiban untuk memberikan bukti," tutur Lucena dalam siaran TV nasional.

Pemilihan presiden yang berlangsung 14 April lalu dimenangkan oleh Nicolas Maduro, yang merupakan penerus mendiang Presiden Hugo Chavez.

Menuntut ke MA

Audit yang direncanakan komisi akan selesai pada pertengahan Juni.

Nicolas Maduro sendiri sudah disumpah pada tanggal 19 April walau berlangsung kontroversi atas pemungutan dan penghitungan suara.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Maduro meraih suara sekitar 2% lebih banyak dari Capriles, yang menuduh terjadi sejumlah kecurangan dan banyak warga yang dipaksa untuk memilih calon pemerintah berkuasa.

Capriles menegaskan tetap melawan hasil pemungutan suara dan akan menuntut Mahkamah Agung untuk membatalkannya agar warga Venezuela kembali memberikan suaranya.

Pemilihan presiden dilakukan setelah presiden Hugo Chavez meninggal dunia dan sebelumnya dia sudah menunjuk Maduro, yang menjabat wakil presiden, sebagai penggantinya.

Berita terkait