Inggris: Suriah gunakan senjata kimia

  • 26 April 2013
Korban di Suriah
Tayangan tentang dugaan serangan senjata kimia diterbitkan di YouTube.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan bukti menunjukkan bahwa Suriah menggunakan senjata kimia, langkah yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Cameron mengatakan penggunaan senjata kimia merupakan peringatan kepada masyarakat internasional untuk berbuat lebih banyak di Suriah.

Sebelumnya, Amerika Serikat menyerukan penyelidikan penuh PBB terkait dugaan penggunaan senjata kimia ini.

Gedung Putih mengatakan hari Kamis (25/04) bahwa badan intelijen percaya Suriah telah menggunakan gas syaraf sarin.

Gedung Putih mengatakan gas sarin digunakan dalam "skala kecil" namun tidak merinci di mana dan kapan digunakan.

Cameron mengatakan ia setuju dengan peringatan Gedung Putih bahwa penggunaan senjata kimia ini dapat digunakan untuk kemungkinan campur tangan di Suriah.

'Kejahatan perang'

"Hal ini sangat serius dan merupakan kejahatan perang," kata Cameron kepada BBC.

Namun Amerika Serikat mengatakan informasi intelijen ini bukan merupakan bukti penggunaan senjata kimia.

Penilaian Gedung Putih itu tertuang dalam surat kepada anggota parlemen Kamis (25/04) yang ditandatangani oleh Miguel Rodriguez, direktur urusan legislatif Gedung Putih.

"Pihak intelijen kami menilai, dengan berbagai tahapan keyakinan, bahwa rezim Suriah telah menggunakan senjata kimia dalam skala kecil di Suriah, khususnya bahan kimia sarin," menurut salah satu surat.

Namun surat Gedung Putih itu menyebutkan pula bahwa "atas apa yang kami pelajari dari pengalaman kami sendiri, penilaian intelijen ini sendiri tidak cukup, dan perlu fakta kuat yang dapat memberikan kepastian untuk membantu kami mengambil keputusan."