Kelompok bersenjata serang walikota di Mindanao

  • 26 April 2013
mayor_abdulmalik_manamparan
Walikota Abdulmalik Manamparan selamat dalam aksi penyerangan di Mindanao.

Polisi mengatakan setidaknya sepuluh orang tewas dalam penyerangan bersenjata api yang menyasar seorang walikota di wilayah Filipina Selatan.

Aksi penyerangan itu terjadi pada hari Kamis (25/04) sesaat setelah rombongan Walikota Nunungan, Abdulmalik Manamparan kembali dari kampanye untuk pemilu yang akan berlangsung pada 13 Mei mendatang.

Dalam serangan itu Abdul Malik Manamparan berhasil selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit namun sejumlah anggota keluarganya yang berada dalam rombongan itu tewas.

Aksi kekerasan seperti ini dilaporkan sering terjadi khususnya menjelang pemilihan umum di Filipina.

Empat tahun lalu, sejumlah pria bersenjata api anggota kelompok pesaing salah satu calon gubernur di Mindanao melakukan serangan yang menewaskan 58 orang termasuk belasan jurnalis.

Konflik antar kelompok

Aksi tersebut terjadi saat mereka melakukan perjalanan untuk menyerahkan berkas pemilu untuk seorang pemimpin lokal yang berencana mengajukan diri sebagai gubernur.

Jenazah para korban ditemukan di sebuah kuburan massal i kawasan pegunungan terpencil di provinsi itu.

Pengadilan Filipina pasca peristiwa tersebut mendakwa 196 orang sebagai pelaku pembunuhan dalam masa kampanye pemilu di Provinsi Maguindanao.

Untuk kasus yang terjadi terakhir ini, penyelidik polisi seperti dikutip kantor berita Associated Press mengatakan mencurigai aksi penyerangan terakhir ini terkait dengan persaingan antar kelompok yang masih mempunyai hubungan keluarga.

Pemilu yang memperebutkan kursi di tingkat nasional, provinsi dan kota di seluruh Filipina akan berlangsung pada tanggal 13 Mei mendatang.

Sementara pemilu presiden belum akan dilakukan hingga tahun 2016.