Supir bus di India dihukum mati karena lalai

  • 8 April 2013
Santosh Maruti Mane
kuasa hukum Santosh Maruti Mane mulanya mengaku kliennya kurang waras.

Sebuah pengadilan di India menjatuhkan vonis mati pada seorang sopir yang menewaskan sembilan orang dan melukai 27 lainnya pada insiden tabrakan di kota Pune tahun lalu.

Santosh Maruti Mane berkendara sejauh 25km selama 30 menit namun karena menyetir tanpa kendali, bus yang dinaikinya kemudian menabrak mobil lain serta para pejalan kaki pada puncak jam sibuk pagi hari.

Sopir 30 tahun itu kemudian dijatuhi hukuman mati dengan dakwaan pembunuhan, percobaan pembunuhan serta perusakan properti milik orang lain.

Mane bekerja sebagai sopir pada jawatan transportasi milik pemerintah.

Dalam kecelakaan parah tersebut, dia sempat menabrak sekitar 40 kendaraan sebelum akhirnya bus bisa dihentikan.

Hukuman mati dalam kasus ini menurut Ujjwala Pawar, jaksa penuntut umum, masuk kategori 'sangat langka'.

"Tindakannya sangat nista dan vonis yang dijatuhkan menunjukkan betapa berat kejahatannya," kata Pawar pada BBC.

Dalam pembelaannya, kuasa hukum Mane mengatakan sopir itu 'mentalnya kurang stabil ' namun hakim berpendapat terdakwa 'cukup waras'.

Saksi mata mengatakan pada hari kecelakaan yang naas Januari 2012, terdakwa datang ke pangkalan bus dan menaiki salah satu armada yang kosong kemudian menyetir dengan kecepatan tinggi di lajur jalan yang salah dan akhirnya mencelakakan banyak orang.