Ratusan warga Eropa jihad di Suriah

  • 3 April 2013
Suriah
Perkiraan jumlah terkecil warga Eropa yang berjuang di Suriah sekitar 130 orang.

Sekitar 600 warga Eropa bergabung dengan pasukan pemberontak untuk berjuang menghadapi pasukan pemerintah di Suriah, menurut penelitian di Inggris.

Pusat penelitian King's College di London menyebutkan mereka yang bergabung dengan pasukan pemberontak Suriah berasal dari 14 negara termasuk dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Belanda.

Penelitian yang diterbitkan di International Centre for the Study of Radicalisation (ICSR) di King's College menyebutkan warga yang paling banyak berasal dari Inggris, Prancis, dan Belgia.

"Antara 140 dan 600 warga Eropa bertolak ke Suriah sejak awal 2011," kata peneliti Aaron Zelin.

Ia mengatakan sekitar 400 di antaranya masih berada di Suriah.

ICSR menghitung jumlah itu berdasarkan 250 pengumuman yang diterbitkan di situs-situs jihad dan di ratusan media Arab dan Barat.

Tidak semua ekstrimis Muslim

"Seperti konflik-konflik sebelumnya, gambaran yang ada masih jauh dari selesai dan mungkin tetap belum jelas dalam beberapa tahun ke depan," kata Zelin.

Zelin juga mengatakan tidak semua warga asing yang perang di Suriah adalah ekstremis Muslim.

"Tidak semua dari mereka yang bergabung dengan pemberontak Suriah adalah al-Qaida dan hanya sejumlah kecil yang mungkin terlibat terorisme setelah kembali ke Eropa," katanya.

"Jadi salah bila ada kesimpulan bahwa individu yang berlatih dan berperang di Suriah merupakan potensi ancaman," tambahnya.

Namun para peneliti juga menyatakan perkiraan terkecil dari warga Eropa yang bertolak ke Suriah sekitar 130 orang.

PBB mengatakan lebih dari 70,000 orang tewas semenjak aksi pemberontakan melanda Suriah sekitar dua tahun lalu.

Berita terkait