AS kirim jet tempur di tengah ancaman nuklir Korut

  • 1 April 2013
jet
AS telah mengirim beberapa jet tempur ke Korea Selatan bulan lalu

AS mengatakan mengerahkan pesawat siluman ke Korea Selatan di saat Korea Utara menyatakan akan terus membangun senjata nuklir.

Jet tempur F-22 dikerahkan sebagai bagian latihan militer gabungan dengan Korea Selatan, kata AS.

Dalam beberapa hari terakhir, pesawat pengebom B-52 dan pesawat siluman juga telah diterbangkan ke wilayah itu di tengah retorika konfontatif dari Pyongyang.

Korea Utara hari Sabtu mengatakan mereka memasuki "situasi perang" dengan Korea Selatan.

Negara komunis itu juga murka dengan sanksi PBB atas uji coba nuklir mereka pada bulan Februari dan latihan militer tahunan gabungan AS-Korea Selatan.

Korea Utara telah mengeluarkan beberapa peringatan serangan dengan sasaran AS dan Korea Selatan, yang dibalas AS dengan pengerahan jet tempur.

Pesawat-pesawat F-22 diterbangkan dari Jepang ke pangkalan udara Osan di Korea Selatan, kata seorang pejabat.

"[Korea Utara] tidak akan mencapai apa apa dengan ancaman atau provokasi, yang hanya akan mengisolir Korea Utara dan melemahkan upaya internasional untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di Asia timur laut," demikian pernyataan komando mliter AS di Korea Selatan seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Dalam pertemuan tingkat tinggi yang jarang terjadi pada hari Minggu, Komite Pusat Korea Utara menyebut senjata nuklir sebagai "urat nadi bangsa" dan menyatakan tekad untuk membangun program nuklir yang lebih modern, kata kantor berita pemerintah KCNA.

Hanya sedikit pihak yang berkeyakinan bahwa Korea Utara akan memicu konflik besar.

Tetapi beberapa tahun terakhir telah terjadi insiden-insiden mematikan seperti tenggelamnya kapal perang Korea Selatan (Pyongyang menyatakan tidak bersalah) dan peluncuran peluru kendali ke sebuah pulau Korea Selatan.