BBC navigation

Tiga napi dihukum gantung di Kuwait

Terbaru  1 April 2013 - 21:11 WIB
Hukum gantung di Kuwait

Pejabat mengawasi pelaksanaan hukuman gantung di sebelah barat ibukota.

Kuwait untuk pertama kalinya melakukan eksekusi hukuman mati dalam kurun enam tahun terakhir.

Kantor berita resmi Kuwait, KUNA, memberitakan ketiga narapidana -satu warga Saudi, satu warga Pakistan, dan satu pria Arab tanpa kewarganegaraan- dihukum gantung di rumah tahanan pusat, di barat ibukota Kuwait City.

Ketiganya sebelumnya dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan.

Warga Saudi, Faisal al-Oteibi, dinyatakan membunuh sesama warga Saudi sementara warga Pakistan, Parvez Ghulam dinyatakan bertanggung jawab dalam kasus tewasnya suami-istri warga Kuwait.

Dhaher al-Oteibi, pria Arab yang tidak memiliki kewarganegaraan dinyatakan bersalah menembak dan membunuh istri dan lima anaknya.

Tidak ada penjelasan mengapa eksekusi hukuman mati terhenti sejak 2007.

Menurut media setempat lebih 40 orang dijatuhi hukuman mati, termasuk satu orang wanita yang dinyatakan bersalah membakar tenda pesta pernikahan, yang menewaskan 57 orang pada 2009.

Pelaksanaan hukuman mati ini menunggu keputusan akhir dari emir Kuwait.

Berdasarkan undang-undang, emir memiliki hak mengubah hukuman mati menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Sejak memberlakukan hukuman mati pada pertengahan 1960-an, Kuwait telah mengeksekusi 72 narapidana, tiga di antaranya warga asing, kata kantor berita AFP.

Sebagian besar tersangkut kasus pembunuhan atau penyelundupan narkoba.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.