Gangguan terbaru di PLTN Fukushima

  • 19 Maret 2013
fukushima tepco
Para teknisi telah bekerja dua tahun lebih untuk menstabilkan PLTN Fukushima.

Listrik di pembangkit nuklir Fukushima mengalami kegagalan, menyebabkan gangguan sistem pendingin bagi kolam pembuangan bahan bakar.

Sebuah pernyataan dari Tepco selaku operator pembangkit mengatakan bahwa penyebab kegagalan listrik yang dimulai pukul 18:57 Senin kemarin masih diperiksa.

Bagaimanapun Tepco menyebut insiden tersebut tidak menimbulkan bahaya mengingat perlu empat hari bagi kolam terpanas untuk melampaui batas aman.

"Kami mencoba untuk mengembalikan daya sejak saat itu,'' kata juru bicara Tepco, Kenichi Tanabe.

Suhu di kolam terpanas, di Unit 4, mencapai 30,5 derajat Celsius pada Selasa pagi, kata Tepco, masih di bawah batas bahaya 65 derajat.

Dua kolam lainnya di Unit 1 dan 3 memiliki suhu yang lebih rendah dan bahkan masih jauh untuk melampaui batas aman.

Sebuah kolam penyimpanan lainnya juga terpengaruh, demikian laporan kantor berita Jepang, NHK.

Sistem cadangan

Kolam pembuangan menyimpan bahan bakar yang berasal dari reaktor nuklir. Kolam tersebut mendinginkan bahan bakar - yang menghasilkan panas yang hebat - dan menyediakan tameng dari radiasi. Limbah bahan bakar ini tetap akan disimpan di kolam selama setahun atau lebih.

Tidak ada ancaman pelepasan radiasi dalam insiden kali ini. Tetapi jika air pendingin tidak disimpan dalam tenggat waktu, ada kemungkinan air di dalam kolam mulai mendidih.

Hal itu bisa menimbulkan pengurangan air dan pada akhirnya menyebabkan limbah menguap ke udara. Jika hal itu terjadi, maka bisa menyebabkan situasi yang serius dan bisa mengarah pada pelepasan radiasi.

Tepco mengatakan mencoba untuk memperbaikai panel yang rusak yang diduga sebagai penyebab kegagalan listrik.

"Jika hal buruk menjadi yang terburuk, kami memiliki sistem injeksi air cadangan,'' kata petugas Tepco Masayuki Ono dikutip kantor berita AP.

PLTN Fukushima rusak saat gempa dan tsunami 11 Maret 2011 silam. Gelombang merusak sistem pendingin, menyebabkan tiga reaktor meleleh.

Para teknisi sejak saat itu mencoba untuk menstabilkan PLTN tetapi perlu waktu lama untuk mengatasi masalah ini.

Puluhan ribu warga sekitar yang dievakuasi hingga saat ini belum kembali ke rumah mereka masing-masing.