Xi Jinping akan jabat Presiden Cina

  • 14 Maret 2013
Xi Jinping (R) _Hu Jintao
Xi Jinping (kanan) menggantikan Hu Jintao sebagai Presiden Cina

Pemimpin di Beijing membenarkan bahwa Xi Jinping telah ditunjuk untuk menjadi presiden Cina.

Penunjukan ini mengakhiri proses transisi kekuasaan yang berlangsnsung selama sepuluh tahun terakhir di negara itu.

Xi sebelumnya telah ditunjuk sebagai Sekjen Partai Komunis Cina pada November lalu untuk mengantikan Hu Jintao yang harus turun.

Saat itu pula Xi diserahi posisi sebagai pemimpin badan militer, Komisi Pusat Militer.

Proses penunjukan Xi Jinping ini dilakukan lewat suara 3000 orang perwakilan yang hadir dalam Kongres Rakyat Nasional -pertemuan parlemen tahunan- dan berlangsung di di Gedung Ruang Agung Rakyat.

Sementara itu untuk posisi perdana menteri yang diperkirakan akan dijabat oleh Li Kiegiang akan diumumkan secara resmi pada hari Jumat (15/03).

Kegiang nantinya akan menggantikan Perdana Menteri Cina sebelumnya, Wen Jiabao.

Anti korupsi

Sebelum ditunjuk menjadi Presiden, Xi pernah menduduki posisi pimpinan partai komunis di Zheijiang dan Shanghai.

Posisinya terus menanjak, dia kemudian ditunjuk masuk kedalam lembaga pengambil keputusan partai tersebut pada tahun 2007.

Media Cina melihat sosok Xi sebagai orang yang berupaya untuk tidak terjebak pada keistimewaan karena posisinya di negara itu.

Dia juga kerap disebut sebagai tokoh yang berupaya untuk menghentikan tindak kejahatan korupsi di semua level.

Xi mengingatkan jika persoalan ini tidak ditangani dengan segera maka bisa berakibat terjadinya gejolak di masyarakat.

Setelah diputuskan sebagai pemimpin Partai Komunis Cina, Xi dalam pidatonya mengatakan partainya saat ini menghadapi banyak tantangan dan persoalan seperti keterlibatan sejumlah pengurus partai dalam kasus korupsi dan suap.

Dia juga melihat banyaknya anggota partai yang mulai menjauh dari rakyat serta memanfaatkan birokrasi untuk hal yang tidak semestinya.

Kementrian Luar Negeri Cina mengatakan Xi Jinping akan melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Afrika Selatan pada akhir Maret mendatang dan kemudian dilanjutkan kunjungan ke Rusia.

Berita terkait