Eksekusi atas tujuh pria di Arab Saudi dilaksanakan

  • 13 Maret 2013
Polisi Arab Saudi di Riyadh.
Para staf ahli PBB menyatakan kekhawatiran bahwa pengadilan tidak berjalan seimbang.

Tujuh pria sudah dieksekusi di Arab Saudi walaupun ditentang oleh para staf ahli PBB dan para pegiat HAM internasional.

Mereka dijatuhi hukuman mati pada tahun 2009 karena terbukti bersalah mengatur sebuah kelompok penjahat, melakukan perampokan bersenjata, dan menyerbu toko permata pada tahun 2005.

Seorang saksi mata mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ketujuh terpidana itu ditembak mati di depan umum di Abha, di wilayah selatan negara itu.

Pernyataan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang dimuat di kantor berita resmi SPA, Rabu 13 Maret, hanya menyebutkan hukuman mati sudah dilaksanakan namun tidak disebutkan cara eksekusinya.

Sehari sebelumnya (12/03), sekelompok staf ahli PBB mendesak Arab Saudi agar tidak meneruska eksekusi hukuman mati tersebut.

Mereka mengungkapkan keprihatinan bahwa dakwaan atas Sarhan al-Mashaikh, Saeed al-Zahrani, Ali al-Shahri, Nasser al-Qahtani, Saeed al-Shahrani, Abdul Aziz al-Amri, dan Ali al-Qahtani dibuat-buat.

Pengadilan tidak seimbang

Dalam seruannnya, para ahli PBB itu juga menyatakan bahwa pengadilan atas mereka tidak berjalan dengan seimbang.

Penyidik khusus PBB untuk penyiksaan, Juan Mendez, menambahkan kekhawatiran atas dugaan ketujuh pria itu mendapat perlakuan buruk dan disiksa selama ditahan serta dipaksa menandatangani pengakuan.

Sepekan sebelumnya, Amnesty International dan Human Right Watch juga sudah mengungkapkan keprihatinan atas pengadilan terhadap ketujuh pria tersebut.

Sepanjang tahun 2012, sedikitnya 69 orang sudah dieksekusi di Arab Saudi.

Selasa 12 Maret, Raja Abdullah memberikan tambahan waktu tiga bulan kepada seorang pekerja asal Filipina untuk mengumpulkan uang darah agar dia bebas dari eksekusi hukuman mati.

Berita terkait