BBC navigation

Suu Kyi mendesak tambang kontroversial diterima

Terbaru  13 Maret 2013 - 19:27 WIB
Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi bertemu dengan para penduduk di sekitar tambang yang kontroversial.

Pemimpin oposisi Burma, Aung San Suu Kyi, mengatakan kepada para penentang tambang yang kontroversial bahwa mereka harus menerima proyek yang didukung perusahaan Cina itu.

"Jika kita menghentikan proyek ini, maka tidak akan memberi keuntungan kepada penduduk setempat dan ke negara kita," tuturnya dalam kunjungan ke Monywa, tempat tambang tembaga milik patungan perusahaan Klik Burma dan Klik Cina, Rabu 13 Maret.

"Negara lain mungkin akan berpikir bahwa negara kita tidak bisa dipercaya dalam soal ekonomi. Kita harus menjalin hubungan baik dengan negara tetangga, suka atau tidak," tambahnya.

Bagaimanapun dia menegaskan akan memberikan ganti rugi yang lebih baik bagi warga yang harus mengungsi karena perluasan tambang Monywa di wilayah utara Burma.

Kepada para pengunjuk rasa, Suu Kyi juga mengatakan agar mereka melakukan unjuk rasa di depan rumahnya jika tidak menerima keputusan itu.

Tidak menyebut hukuman

Pengunjuk rasa Burma

Para penduduk yang harus mengungsi dijanjikan mendapat ganti rugi yang lebih baik.

Sekitar seribu pengunjuk rasa mendatangi lokasi pertambangan setelah sebuah komisi parlemen -yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi- memutuskan agar proyek tambang diteruskan.

Laporan komisi parlemen yang diumumkan Selasa 12 Maret itu juga menyebutkan polisi menggunakan bom asap yang mengandung fosfor kepada para pengunjuk rasa pada November 2012.

Para pengunjuk rasa juga marah karena laporan tidak menyebut desakan untuk menghukum para polisi yang melukai sekitar 100 pengunjuk rasa dalam insiden tahun lalu.

Kepolisian sebelumnya mengatakan dalam insiden November lalu mereka hanya menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Sejumlah Klik pengunjuk rasa -sebagian besar adalah biksu-Klik menderita luka bakar akibat granat yang mengandung fosfor.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.