Pengadilan Mesir kukuhkan hukuman mati

  • 9 Maret 2013
Aparat keamanan di Port Said
Aparat keamanan menjaga ketertiban dan keamanan sebelum dan sesudah vonis.

Pengadilan Mesir mengukuhkan hukuman mati kepada 21 terdakwa dalam kasus kerusuhan sepak bola di Port Said pada 2012 di tengah suasana tegang.

Dalam sidang di Kairo, Sabtu (09/03), hakim mengatakan terpidana hukuman mati akan digantung.

Vonis hukuman mati kepada 21 orang semula dijatuhkan oleh pengadilan lebih rendah pada 28 Januari.

Sebagian besar dari terpidana yang dijatuhi hukuman mati adalah pendukung klub sepak bola kota Port Said, Al-Masry.

Selain hukuman mati, pengadilan juga menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada mantan kepala keamanan Port Said, Essam Eddin Samak, atas kerusuhan sepak bola tahun lalu.

Lima di antara 52 terdakwa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, sementara terdakwa lainnya dihukum antara lima hingga 15 tahun penjara. Sebanyak 28 terdakwa dibebaskan.

Sebagian besar korban tewas dalam kerusuhan berdarah tahun lalu adalah pendukung klub Kairo al-Ahly yang bertandang ke Port Said. Kerusuhan itu menewaskan 74 orang.

Sidang hari ini sengaja diadakan di Kairo demi alasan keamanan sebab bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan telah berlangsung selama beberapa hari di Port Said menjelang putusan pengadilan.