Filipina tuntut pemantaunya dibebaskan

  • 7 Maret 2013
Kendaraan PBB di Golan
Kendaraan PBB melewati pos perbatasan Suriah dan Israel di Dataran Tinggi Golan.

Pemerintah Filipina menuntut agar 21 pemantau PBB asal Filipina yang disandera oleh pejuang bersenjata Suriah di Dataran Tinggi Golan segera dibebaskan tanpa syarat.

Menteri Luar Negeri Albert del Rosario, penangkapan itu melanggar undang-undang internasional karena para pemantau bertugas di bawah bendera PBB.

"Pemerintah Filipina mengecam keras penahanan tak sah terhadap 21 penjaga perdamaian PBB di Dataran Tinggi Golan," kata Del Rosario.

Sementara Presiden Filipina Benigno Aquino mengatakan 21 pemantau PBB diharapkan akan dibebaskan Jumat 8 Maret 2013.

Benigno Aquino menyampaikan hal itu setelah para komandan PBB memberitahukan kepadanya bahwa pembebasan ke-21 pemantau warga negara Filipina mengalami kemajuan berarti.

"Mereka mengatakan ke-21 orang tersebut diharapkan dibebaskan," kata Presiden Benigno Aquino, Kamis, 7 Maret.

Para pemantau tak bersenjata tersebut ditangkap oleh pejuang oposisi Suriah Rabu kemarin (06/03) ketika berpatroli di garis gencatan senjata Dataran Tinggi Golan antara Suriah dan Israel, yang menduduki Dataran Tinggi Golan pada 1967.

Kelompok bersenjata Suriah mengaku menyandera para pemantau PBB untuk memprotes serangan militer Suriah terhadap warga sipil. Dewan Keamanan PBB mengecam keras penyanderaan pemantau PBB.

Berita terkait