BBC navigation

Malaysia gempur kelompok bersenjata Filipina

Terbaru  5 Maret 2013 - 17:43 WIB
Tentara Malaysia di Lahad Datu

Pasukan komando Malaysia telah dikerahkan ke Lahad Datu, di negara bagian Sabah.

Militer Malaysia melancarkan serangan terhadap kelompok bersenjata dari Filipina yang menduduki Lahad Datu, negara bagian Sabah, selama sekitar tiga minggu terakhir.

Pesawat-pesawat tempur dikerahkan sebelum pasukan darat masuk pada Selasa, 5 Maret. Kepolisian Malaysia mengatakan pasukan mendapat serangan balasan dari kelompok bersenjata yang menamakan diri mereka sebagai tentara Kesultanan Sulu itu.

Kepala Kepolisian Malaysia Ismail Omar mengatakan meskipun mengalami serangan, sejauh ini tidak ada korban jiwa di pihak Malaysia. Ia tidak menyebutkan apakah ada korban warga Filipina.

Menurut Omar, pasukan menyisir kawasan seluas empat kilometer persegi untuk mencari warga Filipina yang melakukan pendudukan di Sabah.

Operasi militer ini terjadi sekitar tiga minggu setelah Klik ratusan orang bersenjata mendarat di Lahad Datu, Sabah, untuk mengukuhkan klaim bahwa mereka berhak atas wilayah Sabah yang sebelumnya menjadi bagian dari Kesultanan Sulu.

Dimanfaatkan oposisi

"Setiap langkah yang diambil harus berhati-hati supaya sekiranya ada kesalahan yang dibuat kelak akan menjadi bahan kampanye pihak pembangkang (oposisi)."

Dr Ahmad Nidzamuddin

Pengamat politik di Universitas Kebangsaan Malaysia Dr Ahmad Nidzamuddin Sulaiman mengatakan operasi militer terkesan lamban karena pemerintah Malaysia mempertimbangkan setidaknya dua faktor.

"Karena di wilayah itu sebenarnya terdapat campuran dengan anak-anak tempatan (warga lokal) bersama dengan para pendatang dari Filipina ini," kata Dr Ahmad Nidzamuddin kepada BBC Indonesia.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah Malaysia terlebih dulu mengirim polisi untuk menyisir kawasan dan menyelidiki siapa saja yang masuk kelompok bersenjata dan siapa saja yang merupakan penduduk setempat asal Filipina.

Pembauran karena geopolitik terjadi telah lama bahkan sebelum Sabah menjadi wilayah Malaysia dan hingga kini pergerakan warga antarwilayah, misalnya Sabah, Sepadan, dan Ligitan biasa terjadi setiap hari.

Faktor kedua, pemerintah Malaysia tidak ingin mengambil risiko warga Malaysia menjadi korban pertempuran menjelang pemilihan umum yang harus diadakan sebelum bulan Juni 2013.

"Setiap langkah yang diambil harus berhati-hati supaya sekiranya ada kesalahan yang dibuat kelak akan menjadi bahan kampanye pihak pembangkang (oposisi)," jelas Dr Ahmad Nidzamuddin.

Malaysia mengerahkan angkatan bersenjata setelah Klik delapan polisinya tewas dalam bentrokan dengan kelompok dari Filipina akhir pekan lalu.

Bentrokan juga menewaskan lebih dari 20 warga Filipina.

Simak wawancara lengkap dengan Dr Ahmad Nidzamuddin di bawah ini.

Malaysia lamban tangani kelompok Sulu?

Tiga pekan sejak ratusan pria bersenjata dari Kesultanan Sulu, Filipina, mendarat di Sabah, pemerintah Malaysia baru menggelar operasi. Dosen Universitas Kebangsaan Malaysia Dr. Ahmad Nidzamuddin Sulaiman menjelaskan alasannya kepada Rohmatin Bonasir.

Dengarmp3

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.