Pemrotes serbu penjara Madagaskar

  • 5 Maret 2013
Madagaskar
Helesbeux menetap di Madagaskar sejak 1970-an dan pernah bekerja sebagai perawat di rumah sakit.

Para pejabat keamanan Madagaskar mengatakan sipir menembak mati dua pengunjuk rasa ketika mereka, bersama ratusan orang lainnya, menyerbu penjara yang digunakan menahan tersangka pembunuh biarawati Prancis.

Sedikitnya dua pengunjuk rasa mengalami luka-luka ketika ratusan pemrotes menyerbu penjara.

Seorang pejabat mengatakan sipir mengeluarkan tembakan untuk membela diri dari serangan pengunjuk rasa.

"Ratusan bahkan ribuan orang berusaha menyerbu penjara dengan proyektil dan kita tidak dapat berbuat banyak karena kita tidak mempunyai gas air mata," kata kata seorang pejabat keamanan, Leon Andriamanantena seperti dikutip kantor berita AFP.

Berbagai unjuk rasa digelar selama tiga hari terakhir guna memprotes pembunuhan biarawati asal Prancis berusia 82 tahun, Emmanuel Helesbeux.

Sengketa hutang

Ia telah menghabiskan waktu selama empat dekade di Madagaskar.

Para wartawan mengatakan suster asal Prancis itu sangat dihormati oleh warga setempat karena jasa-jasanya di bidang sosial.

Pada Jumat lalu (26/02) Emmanuel Helesbeux diduga dicekik oleh orang-orang terkait sengketa utang.

Jenazahnya ditemukan di kota Mandritsara keesokan harinya.

Setelah jenazah biarawati tersebut dimakamkan, para tersangka dipindahkan dari tahanan polisi ke penjara untuk menjaga keselamatan mereka dari amukan massa.

Tidak jelas bagaimana tiga tersangka dibawa ke penjara, tetapi kerumunan massa kemudian menyerang penjara.

Menurut pejabat kepolisian, tiga orang ditangkap dan mereka mengaku membunuh Emmanuel Helesbeux karena urusan uang.

Sebelum menyerbu penjara, para pengunjuk rasa yang marah membakar rumah-rumah tersangka.

Berita terkait