BBC navigation

Sidang dugaan kekerasan oleh pasukan Inggris dibuka

Terbaru  4 Maret 2013 - 14:33 WIB
Pasukan Irak

Sidang ini adalah yang kedua terkait tuduhan tindak pelanggaran oleh Pasukan Inggris di Irak.

Sebuah sidang publik akan dibuka di London hari ini untuk menyelidiki tuduhan terbunuhnya 20 warga Irak setelah terjadi tembak-menembak dengan pasukan Inggris tahun 2004.

Sidang ini dinamai seperti nama salah satu korban penembakan, Hamid al-Sweady, juga akan mengecek kebenaran klaim bahwa tahanan yang ditangkap pasukan Inggris saat itu, disiksa.

Seorang mantan hakim akan mendengarkan berbagai tudingan terhadap pasukan Inggris ini.

Sebelum sidang Departemen Pertahanan negara kerajaan itu mengatakan tak ada bukti yang mendukung tuduhan yang diajukan tersebut.

Sidang Al-Sweady merupakan yang kedua terkait tuduhan adanya pelanggaran hukum dalam operasi pasukan Inggris di Irak setelah sebelumnya dilakukan sidang serupa untuk menyelidiki kematian Baha Mousa tahun 2003.

Namun dalam kasus Al-Sweady ini sejumlah tudingan keras, beberapa yang paling berat yang diarahkan pada angkatan bersenjata Inggris, disebut-sebut 'belum pernah terjadi' sebelumnya.

Tidak biasa

Kasus ini terjadi sekitar saat terjadi baku tembak pada Mei 2004, dimana pasukan Inggris disergap di dekat sebuah kota di Majar al-Kabir, Irak.

"Pada sidang publik umumnya, Anda tahu apa yang sudah terjadi dan Anda berupaya mencari tahu kenapa itu terjadi serta bagaimana mencegah hal itu terulang kembali," kata sekretaris sidang ini, Cecilia French, kepada BBC.

"Tapi kali ini lebih mirip sidang kasus kriminal karena ada dua kubu yang sama sekali punya pandangan berlawanan atas apa yang terjadi dan kita berusaha mencari kebenaran sesungguhnya. Ini yang membuat sidang ini tidak biasa."

Tiga tahun berlalu sejak upaya menggelar sidang ini dimulai termasuk untuk memberi waktu agar para staf staff, termasuk para detektif yang sudah pensiun, dapat mengumpulkan bahan yang kini sudah mencapai 12.000 dokumen.

Kasus ini sudah makan biaya hingga £15 juta (sekitar Rp218 miliar) dan diperkirakan akan membengkak dua kali lipatnya karena ada 200 saksi dari personel militer serta 45 warga Irak yang akan dipanggil untuk memberi kesaksian melalui video dari Beirut. Termasuk diantara mereka adalah staf medis serta sopir ambulans yang bertugas saat kejadian.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.