BBC navigation

Korban pemerkosaan Somalia dinyatakan bebas

Terbaru  3 Maret 2013 - 20:44 WIB
Abdiaziz Abdinur Ibrahim

Wartawan Abdiaziz Abdinur Ibrahim yang mewawancari korban tetap dihukum penjara.

Pengadilan banding Somalia mencabut dakwaan atas seorang korban pemerkosaan yang sempat dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Perempuan berusia 27 tahun itu dan seorang wartawan yang mewawancarainya dinyatakan bersalah bulan lalu oleh pengadilan di ibukota Mogadishu dengan dakwaan menghina lembaga negara.

Namun hakim pengadilan bandin memutuskan dakwaan jaksa tidak memiliki bukti yang cukup untuk menyatakan korban yang mengaku diperkosa oleh aparat keamanan tersebut telah menghina lembaga negara.

Bagaimanapun wartawan Abdiaziz Abdinur Ibrahim -yang tidak sampai memberitakan kasus pemerkosaan itu- tetap dijatuhi hukuman penjara walau dikurangi menjadi enam bulan.

Jaksa penuntut mengatakan korban mendapat bayaran dari Abdinur untuk berbohong dan dinyatakan bersalah karena hakim menyimpulkan bukti-bukti medis -yang masih diperdebatkan- tidak mendukung pengakuan korban.

Hukuman atas keduanya memicu kemarahan kelompok hak asasi dan para wartawan, yang berpendapat dakwaan atas mereka bermotif politik.

Sekjen PBB, Ban Ki-Moon, juga ikut mengecam keputusan bulan lalu tersebut dengan mengatakan 'amat kecewa'.

Dikecam HRW

"Pengadilan banding kehilangan kesempatan untuk meluruskan hal yang sama sekali salah."

Daniel Bekelele

Abdiazis Abdianur Ibrahim ditangkap Bulan Januari karena dianggap mengumpulkan bahan-bahan untuk laporan TV al-Jazeera tentang pemerkosaan di tempat pengungsi.

Dia pernah bekerja di berbagai stasiun radio Somalia maupun kantor berita internasional namun al-Jazeera menegaskan Abdianur tidak pernah terlibat dalam berita kasus pemerkosaan yang dipermasalahkan.

Penasehat hukumnya mengatakan mereka tidak pernah diberi kesempatan untuk menghadirkan saksi-saksi ke dalam sidang.

Keputusan untuk tetap memenjarakan Abdianur dikecam oleh organisasi hak asasi yang bermarkas di New York, Human Right Watch, HRW.

"Pengadilan banding kehilangan kesempatan untuk meluruskan hal yang sama sekali salah," tutur Direktur HRW untuk Afrika, Daniel Bekelele, dalam pernyataannya.

Somalia sempat dilanda perang saudara selama 20 tahun lebih dan tidak memiliki pemerintahan yang efektif namun September 2012, pemerintahan yang didukung PBB kembali berkuasa di Somalia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.