Raul Castro akan mundur pada 2018

  • 25 Februari 2013
Fidel dan Raul Castro
Fidel dan Raul Castro muncul bersamaan dalam pembukaan sidang majelis.

Presiden Kuba Raul Castro mengatakan akan mengundurkan diri diakhir masa jabatan keduanya pada 2018, setelah dipilih kembali oleh Majelis Nasional.

Castro, 81 tahun, secara formal menjabat sebagai presiden pada 2008, dua tahun setelah menggantikan saudaranya Fidel.

Majelis Komunis juga memilih Miguel Diaz-Canel Bermudez sebagai wakil presiden.

Diaz-Canel, 52 tahun, santer disebut bakal menggantikan Raul Castro.

Saudara Raul, Fidel Castro yang berusia 86 tahun muncul dihadapan publik pada Minggu (24/2) lalu dalam acara pembukaan sidang majelis di ibukota Havana.

Menanggapi keputusan majelis, Raul Castro mengatakan: " Ini akan menjadi periode terakhir saya."

Sebelumnya, Castro meminta batasan dua periode untuk jabatan politik dan presiden, karena masalah usia yang sudah lanjut.

Tetapi, ini pertama kalinya dia mengatakan rencana pengunduran dirinya pada 2018 nanti kepada publik, yang menandakan berakhirnya era politik Castro.

Selama masa jabatannya, Raul Castro melonggarkan sejumlah pembatasan terhadap kebebasan pribadi dengan mencabut larangan untuk memiliki telepon selular dan komputer, dan menghapuskan kebijakan biaya visa yang tinggi bagi warga Kuba yang ingin berwisata ke luar negeri.

Dalam pidato yang disampaikan Minggu (24/2), Castro menekankan:" Saya tidak dipilih untuk mengembalikan kapitalisme di Kuba. Saya dipilih untuk mempertahankannya, memelihara dan melanjutkan sosialisme yang sempurna, dan bukan menghancurkannya."

Kedatangan Raul bersama Fidel disambut hangat oleh 600 anggota majelis.

Terakhir kali, Fidel muncul dihadapan publik pada awal bulan ini. Koresponden BBC mengatakan dia tampak lemah.

Pres asing dilarang untuk menghadiri acara pembukaan.

Berita terkait