Serangan subuh di masjid Kenya tewaskan tujuh orang

  • 21 Februari 2013
Provinsi Timur Laut, Kenya
Kawasan Provinsi Timur Laut Kenya masih menghadapi masalah keamanan.

Tujuh orang tewas dalam satu serangan oleh pria bersenjata di sebuah masjid di sebuah desa di Provinsi Timur Laut, Kenya.

Para penduduk desa Malaley mengatakan kepada BBC bahwa 10 pria bersenjata melepas tembakan pada saat umat meninggalkan masjid setelah sembahyang subuh, Kamis 21 Februari.

Mereka menambahkan tidak ada barang yang dicuri dalam insiden tersebut dan para penyerang -dengan senjata AK-47- langsung meninggalkan tempat kejadian.

Aparat keamanan mengatakan lima pria tewas dan dua perempuan -yang mendengar tembakan dan datang untuk mencari tahu- juga tewas ditembak.

"Sekelompok pria bersenjata lengkap menyerbu sebuah masjid dan melepas tembakan secara serampangan," tutur komisaris polisi setempat, Maalim Mohammed, kepada kantor berita AFP.

Desa Malaley berada sekitar 45km dari tempat penampungan pengungsi Dadaab, yang saat ini menampung sekitar 500.000 orang yang mengungsi dari konflik bersenjata dan kekeringan di Somalia.

Sasaran militan Islam

Serangan ini terjadi tak sampai dua pekan menjelang pemilihan umum di wilayah yang masih menghadapi masalah keamanan.

Tahun 2007 Kenya menggelar pemilihan umum yang diwarnai dengan kekerasan dengan korban jiwa dilaporkan mencapai 1.000 orang sementara 300.000 orang harus mengungsi dari rumahnya.

Provinsi Timur Laut juga mengalami serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok militan Islam di Somalia yang memiliki kaitan dengan al-Qaida.

Kelompok militan al-Shabab sudah bersumpah akan melakukan balas dendam atas pengerahan tentara Kenya ke Somalia pada tahun 2011.

Tentara Kenya tersebut dikirim ke Somalia guna membantu pemerintah Somalia dukungan PBB untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang sempat dikuasai militan.

Berita terkait