Tiga pria dinyatakan bersalah atas dakwaan terorisme

  • 21 Februari 2013
Naseer, Khalid, Ali
Irfan Naseer, Irfan Khalid dan Ashik Ali membantah dakwaan terorisme.

Tiga pria Inggris dinyatakan bersalah merencanakan serangkaian serangan bom yang diperkirakan lebih besar dibanding serangan di London pada 2005 yang menewaskan 52 orang.

Irfan Naseer, 31, Irfan Khalid, 27, and Ashik Ali, 27, dari Birmingham, dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Woolwich Crown.

Mereka dinyatakan sebagai "sosok-sosok sentral" dalam persekongkolan.

Ketiga pria itu disebutkan berniat meledakkan bom di dalam tas dan peledak-peledak lain di berbagai tempat ramai di Inggris.

Naseer, Khalid dan Ali terbukti bersalah atas 12 dakwaan mempersiapkan serangan terorisme antara Desember 2010 sampai September 2011 ketika mereka ditangkap.

Dewan juri di pengadilan diberi tahu bahwa Naseer dan Khalid mendapat pelatihan dari orang-orang di jaringan al-Qaida di Pakistan. Mereka juga merekam video jihad sebelum kembali ke Inggris.

Vonis April atau Mei

Naseer memainkan peran penting dalam mengirimkan empat orang dari Birmingham ke Pakistan.

Sebagian uang yang mereka perlukan didapat dengan cara mengumpulkan sumbangan di jalan-jalan atas dengan mengatakan sumbangan untuk lembaga-lembaga Muslim.

Mereka menggalang dana dengan bantuan beberapa orang yang mereka rekrut.

Aksi mereka di jalan-jalan Birmingham menghasilkan dana ribuan poundsterling dari warga yang tidak menaruh curiga.

Hakim mengatakan mereka akan menghadapi hukuman penjara ketika vonis dijatuhkan pada April atau Mei mendatang.

Wartawan BBC urusan dalam negeri Dominic Casciani mengatakan keputusan pengadilan mencerminkan keberhasilan aparat keamanan di kawasan West Midland dalam upaya mengatasi terorisme.