Karzai perketat bantuan serangan udara

  • 17 Februari 2013
Hamid Karzai
Presiden Hamid Karzai mempersoalkan serangan udara yang menyebabkan warga sipil tewas.

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai mengatakan pasukan keamanan negara itu dilarang meminta bantuan serangan udara dari pasukan asing untuk menyasar target yang berada di kawasan pemukiman.

Karzai mengatakan dia akan mengeluarkan keputusan tentang hal tersebut pada hari Minggu (17/02) waktu setempat.

Aturan ini dikeluarkan berselang kurang dari satu minggu setelah 10 warga sipil tewas dalam sebuah sebuah serangan udara yang menyasar wilayah di bagian timur provinsi Kunar.

Pimpinan pasukan Nato di Afghanistan sejauh ini belum bersedia memberikan tanggapan formal hingga pemerintah Afghanistan menyampaikan aturan barun itu secara resmi.

Ketegangan antara pasukan Nato dengan Afghanistan yang terjadi selama ini selalu bersumber pada persoalan jatuhnya korban sipil saat operasi serangan yang dicurigai sebagai lokasi kubu musuh.

Kekuatan udara terbatas

"Saya akan mengeluarkan keputusan itu pada hari Minggu dan menyatakan bahwa tidak ada satupun pasukan Afghanistan di dalam kondisi apapun dapat meminta bantuan pesawat dari pihak asing untuk melakukan operasi di rumah atau desa kita," kata Karzai dalam pidatonya di Akademi Militer Nasional Afghanistan, Kabul.

"Pasukan keamanan kita meminta bantuan dukungan serangan udara dari pasukan asing dan anak-anak kemudian yang terbunuh dalam serangan udara itu."

Wartawan BBC, Karen Allen di Kabul mengatakan pasukan Afghanistan saat ini memimpin 90 persen dari operasi keamanan yang berlangsung saat ini.

Namun Angkatan Udara Afghanistan saat ini masih memiliki kekuatan yang terbatas sehingga dalam kondfisi penting dukungan dari Nato sangat dibutuhkan terutama untuk operasi di daerah pegunungan.

Terus meningkat

Sebelumnya Misi PBB di Afghanistan mengatakan korban sipil terus meningkat sejak tahun 2008 hingga 2011 dan sempat turun di awal tahun 2012.

Dalam kajiannya mereka mengatakan korban sipil yang tewas ini disebabkan oleh serangan yang dilancarkan oleh pasukan NATO yang didukung oleh tentara pemerintah serta serangan yang dilakukan oleh pasukan perlawanan.

PBB dalam laporan awal bulan ini juga menuduh serangan AS dalam empat tahun terakhir telah membunuh ratusan anak-anak.

Namun pasukan Pasukan Internasional di Afghanistan,ISAF, yang juga membawahi NATO mengatakan kajian itu tidak berdasar.

ISAF menegaskan bahwa mereka selalu berhati-hati untuk menghindari korban sipil.

Berita terkait