Korea Utara siapkan peluncuran roket baru

  • 15 Februari 2013
sohae
Uji coba roket sebelumnya sukses digelar di fasilitas Sohae.

Korea Utara dilaporkan tengah memutakhirkan salah satu dari dua tempat peluncuran roket mereka.

Para pengamat dari AS memperkirakan kebijakan itu sebagai upaya untuk melakukan tes untuk roket yang lebih besar.

"Perkembangan penting'' berlangsung di Lapangan Peluncuran Satelit Tonghae sejak Oktober 2012, demikian pernyataan dari situs 38 North milik Institut Korea-AS di Kajian Internasional, John Hopkins, Baltimore.

Pyongyang pada tahun lalu menggunakan fasilitas lainnya di Sohae untuk meluncurkan roket tiga tingkat ke ruang angkasa.

Peluncuran di Sohae tersebut dikecam oleh PBB yang masih memberikan sanksi larangan uji teknologi misil.

Sementara fasilitas Tonghae yang juga dikenal dengan nama Musdan-ri pernah melakukan uji serupa pada tahun 2006 dan 2009 meski mengalami kegagalan.

Bantuan Iran

Analisa dari situs 38 North ini berdasarkan dari gambar satelit yang berhasil merekam aktivitas di sekitar Tonghae.

Pembangunan tempat peluncuran baru terus berlanjut, demikian lapor situs itu, dengan gambar yang menunjukkan bahwa Pyongyang mungkin mampu menggelar uji roket ''tiga hingga empat kali lebih besar dari Unha (yang diluncurkan Desember 2012) saat pembangunan selesai, kemungkinan di tahun 2016''.

Aktivitas di sekitar tempat peluncuran baru juga mengungkapkan kemungkinan keterlibatan bantuan dari Iran.

Dua desain baru ini disebut mirip dengan yang digunakan di Kompleks Peluncuran Semnan di Iran.

Gambar satelit juga mengkonfirmasikan masih ada aktivitas di tempat peluncuran lama.

"Aktivitas itu mungkin terkait dengan putaran modifikasi lainnya yang ditujukan untuk mendukung peluncuran roket Unha di masa mendatang atau mungkin misil bahan bakar cair lainnya,'' tulis situs 38 North.

Korea Utara pada pekan lalu mengklaim berhasil melakukan uji nuklir bawah tanah ketiga, yang disebut lebih kecil tetapi lebih bertenaga dari tes sebelumnya.

Uji nuklir ini mendapat kecaman dari Dewan Keamanan PBB, dan sejumlah negara mengkhawatirkan Korut tengah menciptakan sebuah senjata nuklir kecil yang bisa dipasang di roket jarak jauh.

Berita terkait