Seruan pembatasan Valentine di TV dan radio Pakistan

  • 14 Februari 2013
Toko penjual hiasan Valentine di Islamabad, Pakistan.
Seorang perempuan di toko penjual hiasan Valentine di ibukota Pakistan, Islamabad.

Badan pengawas media Pakistan, PEMRA, meminta stasiun TV dan radio membatasi siaran yang merayakan Hari Valentine untuk mencegah ketersinggungan agama.

PEMRA mengatakan siaran seperti itu dilihat sebagai kebejatan dalam sebuah bangsa Islam, seperti dilaporkan wartawan BBC, Orla Guerin, dari ibukota Pakistan, Islamabad.

Namun sifatnya hanya berupa seruan agar stasiun TV dan radio jangan sampai menyinggung sentimen agama maupun merusak generasi muda, dan bukan sebagai larangan tegas.

"PEMRA telah menerima keluhan dari sebagian besar kelompok masyarakat bahwa perayaan Hari Valentine tidak sejalan dengan etos agama dan budaya dan karena itu mengecam penyebaran melalui media," tulis pernyataannya.

Bagaimanapun wartawan kami melaporkan perayaan Hari Valentine semakin semarak di Pakistan dalam beberapa tahun belakangan.

Di ibukota Islamabad, misalnya, bisa ditemukan rangkaian bunga raksasa berbentuk hati berwarna merah jambu.

Sementara itu sejumlah warga Pakitsan turun ke jalan di beberapa kota untuk menentang perayaan Hari Valentine, Kamis 14 Februari, dan memintanya untuk diganti dengan Hari Kesopanan.

Di Karachi ada sebuah papan besar dengan gambar hati berwarna hitam bertuliskan 'Katakan Tidak Untuk Hari Valentine', yang dibuat oleh sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Jamaat-e-Islami.

Sedangkan di kota Peshawar, sekelompok orang dilaporkan membakar kartu Valentine dan sejumlah perempuan menandatangani petisi mengecam tradisi tersebut.

Berita terkait