BBC navigation

Israel tahan perempuan karena pakai kerudung

Terbaru  11 Februari 2013 - 22:00 WIB
Tembok Ratapan

Berdasarkan hukum ortodoks, wanita Yahudi dilarang pakai selendang saat berdoa.

Polisi Israel menahan 10 wanita di salah satu tempat ibadah di Jerusalem karena memakai kerudung saat berdoa.

Berdasarkan hukum ortodoks Yahudi, wanita dilarang menggunakan kerudung saat sembayang atau membaca kitab suci di depan umum bila berada di Tembok Ratapan yang terletak di kawasan kota tua Jerusalem.

Salah seorang wanita yang ditahan, Susan Silverman, mengatakan semua pemeluk Yahudi sama di hadapan Tuhan apapun gendernya.

Satu kelompok perempuan melakukan doa bulan di Tembok Ratapan.

Sebagian di antaranya pernah ditahan sebelum akhirnya dibebaskan tanpa dakwaan.

Selain Susan Silverman -warga Amerika Serikat yang pindah ke Israel dari Boston- perempuan yang ditahan termasuk dua warga Amerika lain dan anggota kelompok Israel "Women of the Wall".

Kelompok ini memperjuangkan persamaan gender dalam praktek agama.

'Menentang peraturan'

"Mereka (polisi) membuka kerudung kami, dan kami katakan 'jangan'."

Susan Silverman

Silverman mengatakan mereka ditahan dan dibawa ke kantor polisi setelah menolak membuka kerudung saat sembayang.

Mereka termasuk di antara lebih dari 100 wanita yang ikut dalam acara doa sekitar satu jam itu.

"Mereka (polisi) membuka kerudung kami, dan kami katakan 'jangan'," kata Silverman kepada kantor berita Reuters.

Begitu acara doa selesai mereka diangkut ke kantor polisi, katanya.

Mickey Rosenfeld, juru bicara polisi mengatakan para wanita itu bertindak "menentang peraturan yang ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi".

Rosenfeld mengacu pada keputusan tentang peraturan ortodoks yang dikukuhkan sepuluh tahun lalu untuk mencegah perpecahan antaraumat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.