Jepang tuduh pesawat Rusia langgar wilayah

  • 7 Februari 2013
Pesawat jet
Jepang melayangkan protes kepada Rusia karena dianggap melanggar wilayah.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan dua pesawat tempur Rusia melanggar wilayah udaranya di dekat Pulau Hokkaido, Jepang utara.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan, Yoshihide Yoshida, mengatakan pesawat-pesawat tempur Jepang mengejar dua pesawat SU-27 milik Rusia yang berlangsung hanya lebih dari satu menit, Kamis (07/02).

Yoshida mengatakan tidak jelas apakah pelanggaran wilayah itu disengaja atau tidak disengaja. Ia menuturkan tindakan Rusia kali ini "sangat problematik."

Menurutnya, pelanggaran wilayah udara oleh Rusia terakhir kali terjadi pada 9 Februari 2008.

Kementerian Luar Negeri Jepang langsung melayangkan nota protes ke Kedutaan Besar Rusia di Tokyo.

Pawai umum

Rusia membantah pesawat-pesawatnya masuk ke wilayah udara Jepang dan mengatakan pesawat diterjunkan dalam rangka patroli rutin.

Kepulauan Kuril
Kepulauan Kuril yang disebut Wilayah Utara oleh Jepang selama ini dikuasai Rusia.

"Penerbangan Armada Pasifik Angkatan Udara dilakukan secara rutin di kawasan itu dengan mematuhi semua peraturan internasional tanpa melanggar batas negara," kata seorang juru bicara militer Rusia, Roman Martov.

Insiden ini terjadi pada hari ketika kelompok-kelompok Jepang menggelar pawai umum yang dikenal dengan nama "Hari Wilayah Utara".

Biasanya mereka menggelar pawai umum untuk menuntut pengembalian gugusan kepulauan yang disengketakan dan disebut dengan nama Wilayah Utara.

Perdana Menteri Shinzo Abe dalam pidatonya mengatakan bertekad mengadakan perundingan dengan Rusia terkait tuntutan pengembalian kepulauan.

Tahun lalu kunjungan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev ke salah satu Kepulauan Kuril yang disengketakan membuat Jepang marah.

Berita terkait