Iran sepakat berunding lagi soal nuklir

  • 5 Februari 2013
Fasilitas nuklir Bushehr
Iran mengatakan fasilitas-fasilitas nuklir yang dimiliki seperti di Bushehr ini digunakan untuk tujuan damai.

Iran mengatakan siap mengikuti perundingan internasional babak baru tentang program nuklirnya yang ditentang sejumlah negara.

Kepastian tersebut disampaikan oleh televisi pemerintah Iran. Menurut televisi pemerintah, Iran akan mengadakan perundingan dengan enam negara di Almaty, Kazakhstan pada 26 Februari.

Televisi Iran melaporkan jadwal perundingan tersebut ditentukan menyusul pembicaraan telepon pada Selasa (05/02) antara juru runding Iran, Saeed Jalil, dan Kepala Kebijakan Uni Eropa, Catherine Ashton.

Catherine Ashton mewakili lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman.

Seorang juru bicara Ashton mengatakan perundingan diharapkan akan membuahkan hasil positif.

"Dia berharap perundingan produktif dan bahwa kemajuan konkret dapat dicapai menuju solusi lewat perundingan untuk menjawab kekhawatiran internasional tentang program nuklir Iran," kata seorang juru bicara seperti dikutip kantor berita Reuters.

Penjelasan menyeluruh

Wartawan BBC masalah Iran, James Reynolds, melaporkan perundingan nuklir di Kazakhstan akan menjadi perundingan penting putaran pertama sejak perundingan terakhir di Moskow Juni 2012 menemui jalan buntu.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) sebelumnya menyatakan tidak bisa memberikan jaminan bahwa program nuklir Iran semata-mata untuk tujuan damai.

Para juru runding nuklir mengatakan Iran perlu memberikan penjelasan menyeluruh tentang skala ambisi nuklirnya.

Iran berkali-kali menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai. Negara itu juga meminta semua sanksi internsional dicabut.

Sebelumnya negara itu mengatakan kepada Badan Tenaga Atom PBB bahwa Iran merencanakan untuk meningkatkan pengayaan uranium.

Berita terkait