BBC navigation

Fidel Castro memilih dalam pemilu Kuba

Terbaru  4 Februari 2013 - 10:51 WIB
Cuba election

Fidel Castro terlihat lemah saat berbicara dengan sejumlah warga yang mengikuti proses pemilu parlemen.

Setelah lama tidak terlihat di depan publik, mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro terlihat muncul memberikan suaranya dalam pemilu parlemen di negara itu hari Minggu (03/02) waktu setempat.

Stasiun televisi milik pemerintah Kuba dalam tayangannya memperlihatkan Castro yang kini berusia 86 tahun memberikan suaranya di salah satu lokasi tempat pemungutan suara dan selama satu jam dia sempat terlibat pembicaraan dengan warga serta media di lokasi tersebut.

Wartawan BBC di Havana, Sarah Rainsford mengatakan Castro sempat berhenti dan berbicara dengan suara yang tidak terlalu jelas dan lemah.

Dia juga melaporkan saat Castro berkunjung ke lokasi tersebut, warga sempat mengerumuni mobil dan meneriakan namanya saat dia meninggalkan lokasi tersebut.

Walau Kuba merupakan negara dengan sistem partai tunggal, pemilihan umum seperti ini tetap digelar untuk menentukan 612 wakil masyarakat dari berbagai kelompok, termasuk perempuan maupun komunitas Afrika.

Tetap diawasi

Dalam pemilu parlemen, aturan di Kuba tetap tidak membolehkan keterlibatan partai oposisi, selain itu seluruh kandidat yang akan dipilih warga telah lebih dulu diseleksi oleh Partai Komunis.

Kandidat yang terpilih dalam pemilu kali ini selain berhak atas kursi di Majelis Nasional juga mendapat kesempatan untuk menduduki posisi kunci di lingkaran politik negara itu.

Rainsford dalam laporannya juga mengatakan dengan kondisi Presiden Raul Castro-adik Fidel Castro- yang sudah memasuki usia 81 tahun, rakyat Kuba dalam pemilu kali ini akan memperhatikan tokoh-tokoh politik yang akan memegang jabatan kunci, seperti wakil presiden dan menteri-menteri.

Anggota parlemen terpilih rencananya akan bersidang pada 24 Februari 2013 dan akan menetapkan kembali Raul Castro sebagai presiden.

Sebagai salah satu negara yang masih menutup diri dari dunia luar, Kuba dalam beberapa waktu belakangan mulai menempuh reformasi.

Pertengahan Januari lalu, Kuba memperlonggar peraturan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Kini warga Kuba tidak lagi diwajibkan memiliki izin khusus selain paspor jika ingin ke luar negeri.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.